loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Capaian Dukcapil Wonogiri Tembus 100% di 3 Layanan

Capaian Dukcapil Wonogiri Tembus 100% di 3 Layanan

4 views
Capaian Dukcapil Wonogiri Tembus 100 Persen pada 3 Layanan Utama.
Capaian Dukcapil Wonogiri Tembus 100 Persen (Foto: Pemkab Wonogiri)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Capaian Dukcapil Wonogiri tembus 100% untuk tiga layanan utama sekaligus. Pertama adalah pelayanan perekaman KTP elektronik. Kedua, pelayanan kepemilikan akta kelahiran usia 0–18 tahun, dan ketiga, Kartu Identitas Anak (KIA). Angka ini bukan sekadar prestasi administratif. Di baliknya ada perubahan cara kerja yang cukup berani.

Layanan Tatap Muka Dihapus Sejak 2023

Salah satu langkah paling mencolok yang diambil Disdukcapil Wonogiri adalah menghentikan layanan tatap muka di kantor dinas sejak 5 Juni 2023.

Warga tidak perlu lagi antre di loket. Semua dialihkan ke layanan digital — melalui platform Desa Nyawiji Migunani di tingkat desa/kelurahan. Selain itu juga melalui aplikasi Telunjuk Sakti yang bisa diakses lewat Android maupun web.

Kebijakan ini bukan soal mempersulit warga, melainkan mendorong pencatatan sipil yang lebih efisien dan merata — tanpa harus bergantung pada jam buka kantor.

Capaian Dukcapil Wonogiri: IKD 45%, Tertinggi se-Indonesia

Untuk Identitas Kependudukan Digital (IKD), capaian Wonogiri saat ini berada di angka 45,05 persen — setara 377.060 penduduk yang sudah melakukan aktivasi per 6 April 2026.

Kepala Disdukcapil Wonogiri dikutip dari situs Kabupaten Wonogiri, Herdian, menyebut angka itu bukan hasil kerja satu pihak saja.

“Capaian aktivasi IKD kami mungkin sudah tertinggi se-Indonesia. Hal ini karena semua bergerak — dinas, kecamatan, desa/kelurahan, dan PKK — bergerak bersama, dan tentunya tidak lepas dari kesadaran adminduk masyarakat Wonogiri yang sangat tinggi,” ujarnya.

Disdukcapil Batang Datang Belajar ke Wonogiri

Kabar capaian Wonogiri rupanya sampai ke telinga daerah lain. Pada Rabu (29/4/2026), sebanyak 15 personel dari Disdukcapil Kabupaten Batang berkunjung ke Wonogiri untuk studi koordinasi.

Mereka datang bukan sekadar silaturahmi — tapi untuk menggali strategi nyata yang bisa diterapkan di Batang dalam meningkatkan cakupan layanan adminduk secara online.

Disdukcapil Wonogiri menyambut kunjungan itu sebagai bentuk kolaborasi antar daerah yang saling menguntungkan.

Kolaborasi adalah Kunci: Semua Bergerak Bersama

Yang menarik dari model Wonogiri bukan hanya soal teknologinya, melainkan bagaimana seluruh ekosistem — dari tingkat kabupaten hingga desa — bergerak dalam satu arah.

Dinas, kecamatan, desa, dan PKK turut ambil bagian dalam mendorong warga mengaktifkan dokumen kependudukan mereka. Hasilnya, kesadaran adminduk masyarakat tumbuh organik — bukan sekadar karena diwajibkan.

Dengan fondasi itu, Wonogiri kini menjadi salah satu rujukan daerah lain dalam hal transformasi digital pelayanan publik.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?