loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Pasporia Dekatkan Layanan Paspor ke Masyarakat

4 views
Pasporia: Layanan Jemput Bola Imigrasi untuk Dekatkan Layanan Paspor kepada Masyarakat.
Pasporia Layanan Jemput Bola Imigrasi untuk Dekatkan Layanan Paspor ke Masyarakat
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Masyarakat yang membutuhkan layanan paspor kini tidak selalu harus datang ke kantor imigrasi. Melalui program Pasporia (Paspor Minggu Ceria). Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan layanan keimigrasian langsung di tengah berbagai kegiatan publik.  Sehingga diharapkan layanan menjadi lebih mudah dijangkau masyarakat.

Salah satu pelaksanaan program tersebut berlangsung pada Bazaar Pelayanan Publik Tahun 2026, pada Sabtu 4 Juli lalu. Kegiatan ini  diselenggarakan oleh Kejaksaan Tinggi Bali. Lokasinya dipilih di area parkir Pasar Seni Kuta, Kabupaten Badung. Dalam kegiatan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai membuka layanan permohonan Paspor Republik Indonesia. Selain itu juga pelayanan Izin Tinggal Keimigrasian bagi yang memiliki kewarganegaraan Indonesia maupun orang asing.

Jemput Bola untuk Perlua Akses Layanan: Pasporia

Konsep layanan di luar kantor ini merupakan bagian dari strategi jemput bola yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keimigrasian. Dengan menghadirkan petugas langsung di lokasi kegiatan publik, masyarakat dapat mengurus berbagai keperluan keimigrasian. Tanpa harus mengalokasikan waktu khusus untuk datang ke kantor imigrasi.

Selama kegiatan berlangsung, petugas Imigrasi Ngurah Rai melayani 29 permohonan paspor dan 2 permohonan izin tinggal keimigrasian. Seluruh proses pelayanan, mulai dari pemeriksaan dokumen persyaratan hingga tahapan administrasi lainnya, dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) guna menjaga kualitas pelayanan publik.

Selain memberikan layanan administrasi, petugas juga membuka stan informasi yang memberikan edukasi mengenai berbagai layanan keimigrasian. Pengunjung memperoleh penjelasan mengenai prosedur pengajuan paspor, izin tinggal, serta berbagai layanan keimigrasian lainnya sehingga diharapkan semakin memahami tata cara pengurusan dokumen sesuai ketentuan yang berlaku.

Program Pasporia sendiri merupakan inovasi Direktorat Jenderal Imigrasi yang menghadirkan layanan paspor pada akhir pekan dengan suasana yang lebih santai dan mudah diakses. Berbeda dengan pelayanan reguler di kantor imigrasi, Pasporia memanfaatkan momentum kegiatan masyarakat seperti bazaar pelayanan publik maupun car free day sehingga pelayanan negara hadir lebih dekat dengan warga.

Kakanim: Pasporia Diharapkan Memberikan Pengalaman yang Nyaman

Dikutip dari Lintas Cakrawala, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bugie Kurniawan. Mengatakan bahwa kehadiran layanan keimigrasian di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Imigrasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Melalui program Pasporia, kami ingin menghadirkan pelayanan keimigrasian yang lebih dekat, mudah diakses, dan memberikan pengalaman yang nyaman bagi masyarakat. Partisipasi dalam Bazaar Pelayanan Publik ini menjadi wujud komitmen kami untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan prima, sekaligus memperluas edukasi keimigrasian kepada masyarakat. Ke depan, kami akan terus menghadirkan layanan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik berbasis jemput bola semakin dibutuhkan. Melalui pendekatan ini, pemerintah tidak hanya mempermudah akses terhadap layanan keimigrasian, tetapi juga membangun budaya pelayanan yang lebih proaktif, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?