Narasi soal kewarganegaraan kembali ramai di media sosial setelah beredar hoaks kewarganegaraan Australia untuk jutaan pemegang visa sementara. Klaim tersebut muncul setelah Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, berbicara mengenai migran dan jalur menuju kewarganegaraan. Hal tersebut diungkapkannya dalam sebuah podcast pada April 2026 lalu.
Namun, klaim yang beredar ternyata menyesatkan dan telah dibantah langsung oleh pemerintah Australia serta hasil pemeriksaan fakta AFP.
Hoaks Kewarganegaraan Australia yang Meresahkan Warga Negara
Unggahan viral itu menyebut Burke ingin mengikuti langkah Spanyol. Dengan memberikan kewarganegaraan kepada seluruh pemegang visa sementara di Australia. Padahal data menunjukkan bahwa jumlahnya mencapai 2,9 juta orang. Narasi tersebut memicu sentimen anti-imigrasi dan kritik terhadap pemerintahan Partai Buruh pimpinan Anthony Albanese.
Padahal, dalam wawancara aslinya di kanal YouTube The Pawan Luthra Podcast. Tony Burke tidak pernah mengatakan akan memberikan kewarganegaraan otomatis kepada seluruh pemegang visa sementara. Ia hanya menegaskan bahwa orang-orang yang tinggal dan bekerja lama di Australia. Seharusnya memiliki kesempatan untuk menjadi bagian penuh dari demokrasi Australia melalui jalur yang sah.
Dalam wawancara tersebut, Burke menjelaskan bahwa ia tidak setuju dengan model negara yang mempekerjakan pekerja asing tanpa memberi peluang menjadi warga negara. Namun, pernyataan itu kemudian dipotong dan disederhanakan menjadi seolah-olah pemerintah akan langsung menaturalisasi jutaan migran sekaligus.
Kementerian Dalam Negeri Australia juga menegaskan bahwa tidak ada rencana memberikan kewarganegaraan kepada semua pemegang visa sementara. Pemerintah hanya berfokus pada “jalur yang jelas dan adil menuju permanent residency” atau izin tinggal tetap bagi mereka yang memenuhi syarat.
Sesuai aturan Australia, seseorang juga tidak bisa langsung menjadi warga negara. Pemegang visa harus terlebih dahulu memperoleh status permanent resident dan tinggal secara sah selama empat tahun, termasuk minimal 12 bulan terakhir sebagai permanent resident sebelum dapat mengajukan kewarganegaraan Australia.
Sikap Anti Imigran di Australia
Perdebatan soal migrasi memang semakin sensitif di Australia sejak 2025, terutama di tengah meningkatnya demonstrasi anti-imigrasi dan krisis perumahan. Data resmi menunjukkan hampir tiga juta pemegang visa sementara tinggal di Australia per Maret 2026. Termasuk mahasiswa internasional, pencari suaka, serta tenaga kerja di sektor kesehatan, pendidikan, dan konstruksi.
Kasus ini menunjukkan bagaimana potongan video dan narasi yang keluar dari konteks dapat dengan mudah memicu kesalahpahaman publik, terutama terkait isu kewarganegaraan dan migrasi yang sangat sensitif secara politik. Mudahnya hoaks kewarganegaraan Australia akan diberikan kepada pemegang visa sementara menyebarluas, bahkan di negara yang sudah maju seperti Australia. Seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu periksa dan periksa ulang ketika menerima sebuah informasi, di era serba cepat tapi seringkali tidak tepat ini.




