Naruto ternyata tidak hanya ada di Konoha. Nobita juga bukan hanya tinggal di Tokyo bersama Doraemon. Nama mereka ternyata tercatat dalam data kependudukan Indonesia.
Tentu bukan berarti karakter anime tersebut benar-benar menjadi warga negara Indonesia (WNI). Namun, Dukcapil menemukan ratusan penduduk Indonesia menggunakan nama yang identik dengan tokoh anime Jepang.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester I 2026, ada 157 penduduk bernama Naruto. Nama Nobita bahkan lebih banyak, mencapai 181 orang. Sementara itu, Doraemon digunakan oleh 16 penduduk Indonesia.
Temuan tersebut diungkap Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi saat memaparkan data kependudukan nasional dalam Rakornas Dukcapil 2026.
Naruto, Nobita, dan Doraemon Ada di Data Dukcapil
Nama yang paling banyak ditemukan ternyata bukan Naruto, melainkan Uzumaki. Dukcapil mencatat 190 penduduk Indonesia bernama Uzumaki. Nama itu tentu sangat identik dengan Uzumaki Naruto, karakter utama serial Naruto.
Nobita berada di posisi kedua dengan 181 orang. Berikutnya terdapat Sasuke sebanyak 158 orang dan Naruto 157 orang. Nama Uchiha juga muncul dalam database kependudukan. Nama klan Sasuke tersebut digunakan oleh 152 penduduk.
Tidak hanya Naruto dan Doraemon. Dunia One Piece juga muncul dalam data Dukcapil. Sebanyak 79 penduduk menggunakan nama D. Luffy dan 37 orang bernama Usopp.
Berikut data selengkapnya:
| Nama | Jumlah penduduk |
|---|---|
| Uzumaki | 190 |
| Nobita | 181 |
| Sasuke | 158 |
| Naruto | 157 |
| Uchiha | 152 |
| D. Luffy | 79 |
| Shinchan | 65 |
| Boruto | 60 |
| Usopp | 37 |
| Inuyasha | 23 |
| Doraemon | 16 |
| Suneo | 8 |
Data tersebut bukan sekadar daftar nama yang dikumpulkan dari media sosial. Dukcapil menegaskan bahwa temuan itu berasal dari data kependudukan.
“Dirjen Dukcapil itu ngomongnya atas dasar data kependudukan, tapi ternyata banyak,” kata Teguh ketika memaparkan fenomena tersebut.
Konoha Punya Banyak “Wakil” di Indonesia
Jika diperhatikan, serial Naruto tampaknya paling banyak meninggalkan jejak dalam nama penduduk Indonesia. Ada Uzumaki, Sasuke, Naruto, Uchiha, hingga Boruto. Jika kelima nama tersebut dijumlahkan, terdapat 717 pencatatan nama yang identik dengan dunia Naruto.
Angka itu memperlihatkan betapa kuatnya jejak budaya populer Jepang di Indonesia. Naruto tidak hanya hadir melalui manga, anime, permainan, atau berbagai produk budaya populer. Nama para tokohnya bahkan masuk ke dalam dokumen kependudukan.
Dari Naruto dan Sasuke hingga nama klan Uzumaki dan Uchiha, karakter yang berasal dari Konoha itu rupanya telah menjadi inspirasi bagi sebagian orang tua Indonesia dalam memberi nama anak.
Nobita Lebih Banyak daripada Naruto
Ada satu fakta yang mungkin mengejutkan penggemar anime. Jumlah Nobita di Indonesia ternyata lebih banyak daripada Naruto.
Dukcapil mencatat 181 Nobita dibandingkan 157 Naruto. Karakter lain dari Doraemon juga muncul. Ada 16 penduduk bernama Doraemon dan delapan orang bernama Suneo. Temuan ini menarik karena Doraemon merupakan salah satu animasi Jepang yang paling lama dikenal masyarakat Indonesia.
Serial tersebut telah hadir di televisi Indonesia selama beberapa generasi. Anak-anak yang dahulu menonton Nobita dan Doraemon kini banyak yang telah menjadi orang tua.
Setelah Doraemon, datang generasi yang tumbuh bersama Naruto, One Piece, Inuyasha, dan berbagai anime lainnya. Budaya populer Jepang akhirnya tidak berhenti di layar televisi atau komik. Dalam sejumlah kasus, nama karakter tersebut ikut masuk ke dokumen kependudukan.
Nama sebagai Penanda Zaman
Fenomena ini memperlihatkan bahwa nama dapat menjadi semacam arsip sosial. Pada masa tertentu, orang tua mengambil inspirasi dari leluhur, tokoh agama, bahasa daerah, atau tokoh sejarah. Televisi kemudian memperkenalkan sumber inspirasi baru. Internet membuat pengaruh budaya populer global semakin luas.
Tokoh film, gim, manga, dan anime kini menjadi bagian dari referensi budaya sehari-hari. Karena itu, munculnya Naruto, Nobita, Sasuke, atau Doraemon dalam database Dukcapil dapat dibaca sebagai bagian dari perubahan tersebut.
Nama tidak hanya menunjukkan siapa seseorang. Dalam beberapa kasus, nama juga dapat memberikan petunjuk tentang budaya populer yang berkembang ketika seseorang dilahirkan.
Boleh Memberi Nama Anak Naruto?
Pada dasarnya, orang tua memiliki kebebasan menentukan nama anak. Namun, pencatatannya dalam dokumen kependudukan tetap harus mengikuti ketentuan. Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan mengatur sejumlah persyaratan.
Nama harus mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multitafsir. Jumlahnya paling banyak 60 huruf termasuk spasi serta paling sedikit terdiri atas dua kata. Pencatatan nama juga tidak diperbolehkan menggunakan angka dan tanda baca. Singkatan tertentu yang menimbulkan arti berbeda juga tidak diperkenankan. Seperti kasus beberapa waktu lalu, seorang ibu bermaksud memberi nama anaknya Muhammad MBG, namun ditolak Dukcapil.
Dengan demikian, persoalannya bukan apakah nama berasal dari karakter anime. Hal yang lebih penting adalah nama tersebut memenuhi ketentuan administrasi serta mempertimbangkan kepentingan anak yang akan menggunakannya sepanjang hidup.
Data Dukcapil akhirnya memperlihatkan sisi lain administrasi kependudukan Indonesia yang jarang terlihat. Di balik NIK, kartu keluarga, dan jutaan baris data penduduk, ternyata tersimpan pula jejak budaya populer. Jadi, apakah Naruto, Nobita, dan Doraemon benar-benar WNI? Karakter aslinya tentu bukan.
Tetapi kalau suatu hari Anda berkenalan dengan seseorang bernama Naruto atau Nobita di Indonesia, jangan buru-buru menganggap ia sedang bercanda. Dukcapil punya datanya.




