loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Ranking Paspor Global: Siapa di Baliknya?

Ranking Paspor Global: Siapa di Baliknya?

11 views
Ranking Pasport Global disusun oleh lembaga pemeringkat. Siapa saja?
Ranking Paspor Global Siapa di Baliknya (Ilustrasi: ChatGPT)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Istilah “paspor kuat” kembali terdengar dalam perbincangan publik akibat kasus Tyas, awardee LPDP. Sehingga netizen kembali mengulik tentang ranking paspor negara-negara. Namun jarang kita bertanya: siapa di balik ranking paspor global? lembaga mana saja yang menyusun ranking paspor dunia itu? Dan bagaimana metodenya?

Pada saat ini ada beberapa lembaga internasional yang menyusun indeks kekuatan paspor, masing-masing dengan pendekatan berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar kita tidak terjebak pada angka semata.

1. Henley & Partners — Henley Passport Index

Ini adalah indeks yang paling sering dikutip media global. Henley Passport Index disusun oleh Henley & Partners, sebuah firma penasihat kewarganegaraan dan residensi global. Mereka menggunakan data dari IATA (International Air Transport Association), yang memiliki basis data besar mengenai aturan visa dunia.

Pengukuran dilakukan berbasis jumlah negara tujuan yang bisa dimasuki tanpa visa sebelumnya. Termasuk visa-free, visa on arrival, dan electronic travel authorisation (ETA). Perhitungannya mencakup hampir 200 paspor dan lebih dari 220 destinasi.

Kelebihannya adalah memiliki basis data kuat dan relatif stabil. Sehingga dianggap paling kredibel secara global. Namun keterbatasannya adalah karena memiliki fokusnya murni pada mobilitas perjalanan. Sehingga tidak menilai faktor pajak, reputasi, atau kualitas kewarganegaraan.

Jika seseorang menyebut “peringkat paspor Indonesia di posisi sekian”, biasanya rujukannya adalah indeks ini.

2. Arton Capital — Passport Index

Passport Index dikelola oleh Arton Capital dan terkenal dengan tampilan visual interaktifnya. Ciri khasnya adalah mengklaim pembaruan data lebih real-time. Mereka juga menyediakan fitur perbandingan antar paspor, dan memiliki indikator tambahan seperti “World Openness Score”.

Adapun perbedaannya dengan Henley diantaranya adalah: Tidak sepenuhnya bergantung pada data IATA. Daftar destinasi dan metode penghitungan bisa sedikit berbeda. Kadang menghasilkan posisi ranking yang tidak identik dengan Henley.

Indeks ini populer karena mudah diakses publik dan visualisasinya menarik.

3. Nomad Capitalist — Nomad Passport Index

Pendekatan indeks ini jauh lebih luas. Bagi Nomad Capitalist, kekuatan paspor bukan sekadar bebas visa, tetapi juga kualitas kewarganegaraan secara keseluruhan. Adapun faktor yang dinilai: Akses bebas visa, Kebijakan pajak terhadap warga negara, Persepsi global terhadap kewarganegaraan, Kebebasan pribadi, dan Kemudahan kewarganegaraan ganda.

Indeks ini banyak dirujuk oleh investor global dan digital nomad. Namun karena variabelnya berbeda, hasilnya sering tidak sama dengan Henley atau Passport Index.

4. CEOWORLD magazine — Global Passport Ranking

Majalah bisnis internasional ini juga merilis pemeringkatan paspor.

Pendekatannya berbasis skor mobilitas global dan kadang memasukkan aspek persepsi ekonomi. Namun indeks ini lebih bersifat publikasi media, bukan berbasis data industri perjalanan seperti Henley.

5. Global Citizen Solutions — Global Passport Index

Ini adalah indeks yang relatif lebih baru namun berkembang pesat. Adapun hal yang dinilai mencakup: Mobilitas global, Daya tarik investasi, Stabilitas ekonomi, dan Kualitas hidup.

Pendekatannya lebih strategis, terutama bagi individu yang mempertimbangkan kewarganegaraan sebagai bagian dari perencanaan global jangka panjang.

Mengapa Ranking Paspor Global Bisa Berbeda?

Perbedaan peringkat antar indeks biasanya terjadi karena:

  1. Perbedaan jumlah destinasi yang dihitung
  2. Definisi “bebas visa” (apakah termasuk e-visa atau tidak)
  3. Faktor tambahan seperti pajak dan reputasi
  4. Sumber dan metode pembaruan data

Artinya, ketika suatu negara disebut berada di peringkat ke-60 atau ke-70, kita perlu bertanya: menurut indeks yang mana?

Apa Maknanya bagi Publik?

Kekuatan paspor memang mencerminkan kemudahan mobilitas. Namun lebih dari itu, ia juga mencerminkan tingkat kepercayaan antarnegara, stabilitas domestik, Reputasi migrasi, hingga Daya tawar diplomasi.

Paspor kuat bukan sekadar soal bisa masuk banyak negara tanpa visa. Ia adalah indikator bagaimana dunia memandang suatu negara dan warganya. Karena itu, sebelum kita membandingkan posisi Indonesia dengan Malaysia atau Singapura, ada baiknya memahami dulu: siapa yang menyusun ranking itu, dan dengan kriteria apa.

Dengan begitu, diskusi kita tidak berhenti pada angka—tetapi berlanjut pada substansi.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?