loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Rikard Bagun: Program IKI Diperkuat di Dunia Nyata dan Maya

Rikard Bagun: Program IKI Diperkuat di Dunia Nyata dan Maya

4,491 views
RAPAT AKHIR TAHUN
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Jakarta, IKI

Program IKI Hadapi Tantangan 2022

Program IKI memasuki tahun 2022 dengan strategi baru. Setelah dua tahun pandemi Covid-19 membatasi kegiatan lapangan, Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) mulai menyegarkan rencana kerja jangka pendek dan panjang.

Sekretaris Umum IKI, Albertus Pratomo, menyampaikan hal tersebut dalam rapat bertajuk “Langkah IKI pada Tahun 2022” di Wisma 46 Kota BNI, Jakarta, Senin (13/12/2021). Menurutnya, tahun baru menghadirkan tantangan sekaligus peluang kolaborasi.

Foto bersama Pengurus dan Peneliti IKI Senin 13/12/21

Penguatan Kerja Lapangan dan Media Sosial

Sejak 2020, aktivitas lapangan IKI menurun akibat pembatasan kegiatan masyarakat. Namun demikian, beberapa pelayanan tetap dilakukan, antara lain di Kabupaten Lebak dan Bogor.

Ketua Umum IKI, Rikard Bagun, menegaskan bahwa ke depan organisasi harus bergerak secara paralel. Artinya, kerja nyata di lapangan perlu diperkuat dengan pemanfaatan dunia maya.

Menurutnya, eksistensi organisasi akan terlihat jika kegiatan muncul di ruang digital dan menjangkau publik lebih luas. Karena itu, pengelolaan media sosial terus ditingkatkan.

Selain itu, IKI akan memperluas kerja sama dengan komunitas dan organisasi non-pemerintah yang memiliki visi serupa, terutama dalam isu masyarakat marginal.

Kolaborasi dengan NGO

Memasuki 2022, Program IKI juga diperkuat melalui kolaborasi dengan sejumlah NGO. Beberapa mitra yang digandeng antara lain Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Unicef, dan Wahana Visi Indonesia.

Pertemuan dengan sekitar 11 NGO telah dilakukan di Wisma 46 pada 20 Desember 2021. Tujuannya adalah membangun sinergi dalam pelayanan administrasi kependudukan dan advokasi masyarakat rentan.

Swandy Sihotang, Peneliti Senior IKI, menjelaskan bahwa konsorsium ini akan menggelar pertemuan rutin setiap bulan. Fokusnya adalah advokasi dan layanan bagi kelompok yang belum terjangkau pemerintah.

Fokus Isbat Nikah dan Advokasi

KH Saifullah Ma’shum menambahkan bahwa persoalan isbat nikah tetap menjadi perhatian serius. Isu ini telah diperjuangkan IKI sejak 2017 dan akan terus dikawal.

Dengan strategi kolaboratif dan penguatan digital, Program IKI diharapkan mampu menjawab tantangan zaman. Baik melalui kegiatan lapangan maupun platform daring, IKI menargetkan pelayanan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Jakarta, 24 Desember 2021.

Hilariusbame@yi1182006

https://www.yayasan-iki.or.id/info/berita/22/12/2024/jemput-bola-ke-pelosok-desa-begini-kolaborasi-disdukcapil-mahasiswa-dan-iki/

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?