loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Pencatatan Sipil Baguio Turun 18 Persen

1 views
Pencatatan Sipil Baguio Turun 18 Persen.
Pencatatan Sipil Baguio Turun 18 Persen (Foto: Klook)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Dokumen pencatatan sipil Baguio yang didaftarkan sepanjang Januari hingga Mei 2026 mengalami penurunan sebesar 18 persen. Penurunan ini adalah angka yang diperoleh jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, penerbitan dokumen kependudukan justru meningkat signifikan, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan administrasi sipil.

Baguio merupakan kota pegunungan di bagian utara Pulau Luzon, dan dikenal sebagai “Ibu Kota Musim Panas Filipina.” Julukan ini diberikan karena Baguio memiliki iklim yang lebih sejuk dibandingkan wilayah lain di negara tersebut. Kota ini merupakan pusat pemerintahan dan ekonomi kawasan Cordillera Administrative Region.

Data dari Kepala Pencatatan Sipil Baguio

Pelaksana Tugas Kepala Local Civil Registry Office (LCRO) Baguio, Allan Abayao sebagaimana dikutip dari Baguio Express.  Mengungkapkan bahwa sebanyak 4.810 dokumen catatan sipil, termasuk akta kelahiran, perkawinan, dan kematian, terdaftar selama lima bulan pertama tahun ini. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Menurut Abayao, penurunan dokumen pencatatan sipil Baguio dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Seperti meningkatnya penerapan keluarga berencana dan kecenderungan generasi muda untuk menunda pernikahan maupun memiliki anak.

Di sisi lain, LCRO mencatat peningkatan sekitar 32 persen dalam penerbitan dokumen kependudukan. Hingga Mei 2026, sebanyak 9.683 dokumen telah diterbitkan, termasuk permohonan yang diajukan secara daring.

Dokumen-dokumen tersebut dibutuhkan masyarakat untuk berbagai keperluan. Mulai dari pendidikan, pekerjaan, pengajuan paspor, klaim jaminan sosial, penyelesaian warisan, hingga berbagai transaksi hukum lainnya.

Abayao menegaskan bahwa kantor pencatatan sipil memiliki peran penting dalam menjaga identitas hukum dan rekam jejak sipil warga yang menjadi bagian dari sejarah keluarga dan masyarakat.

Selain layanan pendaftaran dan penerbitan dokumen, LCRO juga mengevaluasi serta memproses sekitar 1.875 permohonan untuk melengkapi data yang belum tercantum dalam catatan sipil.

Perbedaan Anulasi dan Pembatalan Perkawinan di Filipina

Selama periode yang sama, sebanyak 55 putusan pengadilan didaftarkan oleh kantor tersebut. Sebagian besar berkaitan dengan perkara pembatalan dan anulasi perkawinan. Berbeda dengan hukum di Indonesia yang mengenal perceraian dan pembatalan perkawinan. Dimana pembatalan perkawinan diajukan sebelum pengesahan perkawinan, sementara Filipina membedakan antara anulasi (annulment) dan pembatalan karena tidak sah sejak awal (declaration of nullity).

Perbedaannya terletak pada status hukum perkawinan saat dilangsungkan. Dalam anulasi, perkawinan dianggap sah ketika berlangsung, tetapi kemudian dibatalkan oleh pengadilan karena terdapat cacat tertentu seperti penipuan, paksaan, atau ketidakmampuan menjalankan kewajiban perkawinan yang sudah ada sejak awal. Sementara itu, dalam declaration of nullity, perkawinan dianggap tidak pernah sah sejak hari pertama karena melanggar syarat mendasar hukum, misalnya salah satu pihak masih terikat perkawinan lain atau terdapat larangan hubungan kekerabatan. Meskipun Filipina tidak mengakui hukum perceraian, tapi kedua mekanisme inilah yang dijadikan jalur hukum untuk mengakhiri ikatan perkawinan.

LCRO juga menangani 2.138 petisi untuk perbaikan kesalahan administratif dan perubahan nama depan sesuai ketentuan Republic Act No. 9048 beserta amendemennya. Langkah ini bertujuan memastikan data kependudukan mencerminkan identitas hukum yang benar dan sah.

Kolaborasi Kantor Pencatatan Sipil Baguio untuk Perubahan Regulasi dan Modernisasi

Dalam upaya meningkatkan pelayanan, pencatatan sipil baguio bekerja sama dengan kantor anggota DPR Filipina dari Baguio, Mauricio G. Domogan, untuk mengusulkan sejumlah perubahan pada regulasi pencatatan sipil.

Usulan tersebut mencakup pemberian kewenangan koreksi administratif terhadap kesalahan penting pada tahun kelahiran, perbaikan anotasi dalam dokumen catatan sipil, serta penguatan pengakuan hukum terhadap praktik penamaan masyarakat adat, khususnya di wilayah Cordillera.

Meskipun jumlah dokumen pencatatan sipil Baguio yang didaftarkan mengalami penurunan, tingginya penerbitan dokumen dan permohonan koreksi data menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan tetap besar. Kondisi ini juga memperlihatkan pentingnya penyederhanaan regulasi dan modernisasi layanan pencatatan sipil agar semakin mudah diakses oleh seluruh warga.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?