loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Kuliah Lapangan Kewarganegaraan UNP Sapa Nagari

3 views
Kuliah Kewarganegaran UNP Sapa Nagari
Kuliah Kewarganegaraan UNP Sapa Nagari (Foto: Dokumentasi UNP)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Pembelajaran kewarganegaraan tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang membuktikannya melalui Kuliah Lapangan Kewarganegaraan (KLK) 2026. Kuliah Lapangan Kewarganegaraan UNP tersebut telah diselenggarakan pada 5–7 Juni 2026 di Nagari Kayu Tanam.

Kuliah Lapangan Kewarganegaraan UNP yang merupakan hasil kolaborasi ini, memilih tema “Kewarganegaraan dalam Aksi, Mengabdi untuk Nagari.”  Adapun pihak yang berkolaborasi adalah Program Studi PPKn FIS UNP dengan Himpunan Mahasiswa Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum (HMD PKnH). Kegiatan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Kampung Fadhila, dan menjadi sarana pembelajaran kontekstual. Guna mempertemukan mahasiswa dengan kehidupan masyarakat secara langsung.

Dikutip dari situs UNP. Kuliah Lapangan Kewarganegaraan UNP merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Adapun tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar di luar kelas. Hal ini diharapkan dapat diperoleh melalui interaksi langsung antara mahasiswa dengan masyarakat. Sehingga mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami praktik kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari partisipasi warga, kepemimpinan lokal, hingga semangat gotong royong dalam membangun nagari.

Kegiatan KLK UNP ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan sivitas akademika. Hadir di antaranya Wakil Dekan I FIS UNP Dr. Hasrul, M.Si., Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik yang mewakili Bupati Padang Pariaman Taslim Leter, S.E., A.Kt., Camat 2×11 Kayu Tanam Junaidi Syah, S.Sos., Plt. Wali Nagari Kayu Tanam Febrina Dasnil, unsur Bamus, LPM, Babinsa, Puskesmas Kayu Tanam, serta tokoh masyarakat Prof. Dr. Yulkifli, S.Pd., M.Si.

Kuliah Lapangan Kewarganegaraan UNP: Tidak Sebatas Pengetahuan

Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan yang didampingi dosen Prodi PPKn FIS UNP. Program yang dilaksanakan meliputi penguatan wawasan kebangsaan, pengabdian kepada masyarakat, hingga kepedulian lingkungan. Selain itu juga pengembangan kemampuan akademik, serta pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kebersamaan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga mengembangkan sikap dan keterampilan kewarganegaraan dalam situasi nyata. Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial, semangat kolaborasi, serta tanggung jawab sebagai warga negara.

Kuliah Lapangan Kewarganegaraan UNP 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan kewarganegaraan dapat dikembangkan melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, mahasiswa belajar bahwa kewarganegaraan bukan sekadar materi akademik. Melainkan praktik nyata yang diwujudkan melalui pengabdian, kerja sama, dan kontribusi bagi kemajuan masyarakat.

UNP di masa yang akan datang sebenarnya juga dapat menambahkan tematik kependudukan pada KLK-nya. Hal ini sesuai dengan perkembangan kurikulum kewarganegaraan yang mengintegrasikan wawasan tentang administrasi kependudkan. Karena kesadaran akan pentingnya dokumen kependudukan dan pencatatan sipil merupakan bagian dari kesadaran kewarganegaraan. Kepemilikan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil merupakan akses bagi setiap individu untuk memperoleh hak-hak kewarganegaraannya.

 

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?