loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Resiko Orang Tanpa Kewarganegaraan di Indonesia

Resiko Orang Tanpa Kewarganegaraan di Indonesia

3,169 views
Konsultasi Nasional hasil penelitian SUAKA dan HRWG tentang Orang Tanpa Kewarganegaraan
Konsultasi Nasional Hasil Penelitian Dasar SUAKA dan HRWG
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Indonesia merupakan salah satu negara yang kerap menjadi tempat transit bagi pengungsi internasional. Meskipun Indonesia bukan merupakan negara pihak dari Konvensi 1951 tentang Pengungsi. Bahkan Indonesia juga belum meratifikasi Konvensi 1954 tentang Status Orang Tanpa Kewarganegaraan. Maupun Konvensi 1961 tentang Pengurangan Keadaan Orang Tanpa Kewarganegaraan. Sementara Undang-Undang Kewarganegaraan Indonesia, tidak menyentuh isu ini secara komprehensif. Posisi dalam undang-undang, orang yang bukan Warga Negara Indonesia diperlakukan sebagai orang asing.

Berbagai kompleksitas kondisi dapat menyebabkan seseorang atau sekelompok orang menjadi tanpa kewarganegaraan. Diantaranya adalah peperangan, konflik berkepanjangan, terpecahnya suatu negara menjadi beberapa negara, dan sebagainya. Sebagian besar orang tanpa kewarganegaraan umumnya bermukim di negara asalnya. Namun terdapat juga yang keluar dari negaranya, dan menjadi migran atau pengungsi. Orang-orang dengan kategori pengungsi inilah berdasarkan Konvensi 1951 diberi perlindungan internasional.

Baca: https://www.yayasan-iki.or.id/opini/14/02/2022/realitas-kewarganegaraan-ganda-dan-kawin-campur/

Latar Penelitian

UNHCR, lembaga PBB yang menangani pengungsi pada Maret 2021 mencatat di Indonesia terdapat 13.497 pengungsi yang berasal dari 48 negara. Diantara yang terbesar berasal dari Afganistan (7.583), Somalia (1.380), Irak (718), dan Sudan (515). Komposisi usianya adalah 71% orang dewasa, 27% anak-anak, dan 2% manula. Tidak semua pengungsi adalah orang tanpa kewarganegaraan, namun bagaimana jika mereka kehilangan tempat tinggal, pergi mengungsi keluar dari negara asal dan tidak dapat kembali, tapi tidak mendapatkan perlindungan internasional? Atau bagaimana dengan mereka yang pergi dari negara asal untuk bekerja, tidak dapat memperbaharui status kewarganegaraannya, lalu kembali ke wilayah negara asalnya dan memiliki anak ketika masih dalam status kewarganegaraan yang tidak jelas?

Baca: https://www.unhcr.org/id/media/laporan-statistik-bulanan-indonesia-march-2021-pdf

Berbagai pertanyaan tersebutlah yang mendorong SUAKA dan Human Rights Working Group (HRWG), melakukan penelitian dasar. Mengingat berbagai keterbatasan, penelitian dasar ini difokuskan pada pemetaan situasi orang dengan resiko tanpa kewarganegaraan di Indonesia. Peneliti tampaknya berusaha untuk mengamati lebih dekat dengan pendekatan Hak Asasi Manusia, kondisi pengungsi yang rentan kehilangan kewarganegaraan selama transit di Indonesia. Selain itu juga bagaimana mereka bertahan hidup. sikap pemerintah Indonesia, dukungan NGO, dan respon masyarakat setempat terhadap keberadaan mereka.

Adapun tim peneliti terdiri dari: Alysa, Angga Reynady Hermawan Putra, Anggraeni Puspita, Ariela Naomi Syifa, Atika Yuanita Paraswaty, Daniel Awigra, Jesse Adam Halim, Monica Susanti Rahadsih, Rizka Argadianti Rachmah, Telly Nathalia, dan Zico Efraindio Pestalozzi. Pada peluncuran hasil penelitian yang dikemas dalam Konsultasi Nasional, hasil penelitian dipaparkan 2 peneliti dari HRWG dan SUAKA yaitu Ariela Naomi Syifa dan Angga Reynady. Sementara Eddy Setiawan dari IKI dan Prof Tri Nuke Pudjiastuti dari BRIN hadir sebagai penanggap. Kegiatan dilaksanakan di Gedung YLBHI, Kamis 9 Februari 2023. @esa

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Foto Penyerahan Dokumen Kependudukan
Berita
Prasetyadji

南丹格朗市人口与民事登记局向孤儿院儿童发放人口登记文件

南丹格朗市讯)南丹格朗市人口与民事登记局近日向当地多家孤儿院移交并发放人口与民事登记文件。该项工作在印度尼西亚公民研究院基金会(IKI 基金会)的协调与协助下开展,旨在切实保障孤儿院儿童依法享有基本行政身份权利。 本次接受相关服务的孤儿院包括位于Pamulang的 Pintu Elok 孤儿院、位于Bumi Serpong Damai的 Mekar Lestari 孤儿院,以及同样坐落于 BSD 地区的 Suaka Kasih Bunda 孤儿院。 在经历较为漫长的行政办理流程后,来自西加里曼丹省桑高县的10名儿童,以及来自南尼亚斯县的6名儿童,最终顺利转入 Pintu Elok

Baca Selengkapnya »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?