loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Bansos Segera Cair: Pemutakhiran DTSEN 2026 Sudah Beres

Bansos Segera Cair: Pemutakhiran DTSEN 2026 Sudah Beres

134 views
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa pendataan DTSEN tuntas lebih cepat 10 hari dari yang ditetapkan.
Bansos Segera Cair Pemuktahiran DTSEN 2026 Sudah Tuntas (Foto: Kemensos)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Pemutakhiran DTSEN 2026 atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Volume 2 resmi diserahkan kepada Kementerian Sosial (Kemensos) 10 hari lebih awal dari jadwal biasanya. Sehingga bansos segera cair untuk masyarakat yang telah terdata. Pencapaian ini merupakan hasil kerja sama antar a Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Dikutip dari Detik mengungkapkan, bahwa pada triwulan II April 2026 ini, BPS mampu menyerahkan hasil pemutakhiran pada tanggal 10. Lebih cepat dari biasanya yang jatuh pada tanggal 20. Percepatan ini disepakati bersama agar penyaluran bantuan sosial (bansos) bisa segera dilakukan.

Apa itu DTSEN dan mengapa penting?

DTSEN adalah basis data tunggal yang memuat data sosial dan ekonomi seluruh warga Indonesia. Data ini diperbarui setiap tiga bulan sekali dan menjadi acuan utama dalam penetapan penerima bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Jumlah total keluarga yang dicakup dari hasil pemuktahiran versi 2 ini  sebanyak 95,3 juta naik dari 95,0 juta. Sedangkan  total individu berjumlah 289,3 juta naik dari 289,0 juta pada data sebelumnya. Penerima Bansos Tri Wulan pertama sebanyak 18,15 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan Inclusion Error 0,06%.

Jadi diantara 18,15 juta KPM terdapat sejumlah 11.014 KPM yang sesungguhnya masuk di Desil 5 ke atas. Jika mengacu pada ketentuan, Desil 5 hanya menerima BPNT. Sedangkan desil di atasnya (6-10), sudah tergolong menengah ke atas sehingga tidak termasuk penerima bansos.

Disamping Bansos Segera Cair, Data juga Dimanfaatkan Sekolah Rakyat

Selain untuk bansos reguler, DTSEN Volume 2 juga akan menjadi basis rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Berbeda dari sekolah umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran mandiri — siswa dijangkau langsung berdasarkan data DTSEN, khususnya dari Desil 1 dan Desil 2 (sangat miskin dan miskin).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, dalam proses pemutakhiran ini ditemukan sekitar 314.000 jiwa yang meninggal berdasarkan data SIAK, ditambah 356.000 jiwa lainnya yang teridentifikasi saat pengecekan lapangan. Namun data baru juga masuk dari kelahiran baru dan reaktivasi NIK, sehingga angka bersih menunjukkan pertumbuhan. Menurut Amalia, inclusion error pada angka 0,06% ini terbilang sangat kecil dan menunjukkan kualitas data yang dihasilkan melalui kolaborasi BPS, Kemensos, dan Dukcapil ini, terus membaik.

Beberapa waktu yang lalu Indonesia sempat dihebohkan dengan kasus bansos salah sasaran. Sampai-sampai Kemensos mengambil kebijakan pemasangan stiker besar bertulis Keluarga Miskin Penerima Bantuan Sosial. Namun, dengan semakin turunnya error pada data hasil pemuktahiran, kasus bansos salah sasaran akan semakin berkurang.

Oleh karena itu menteri sosial yang akrab disapa Gus Ipul, juga mengungkapkan rasa syukurnya. “DTSEN semakin solid, DTSEN terus dilakukan langkah-langkah nyata, sehingga error-nya terus menurun,” ujarnya.

Ini merupakan salah satu bentuk interoperabilitas sistem antar kementerian dan lembaga. Integrasi DTSEN dengan data kependudukan Dukcapil, menghasilkan validitas data penerima manfaat yang semakin terjamin. Sinergi tiga lembaga ini — Kemensos, BPS, dan Dukcapil — menjadi kunci keberhasilan percepatan pemutakhiran data sosial nasional yang berdampak langsung pada jutaan keluarga Indonesia.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?