loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Literasi Kependudukan: Abdi Desa VI UKM Kependudukan UNAIR

4 views
Literasi Kependudukan dalam Abdi Desa VI UKM Kependudukan UNAIR.
Literasi Kependudukan dalam Abdi Desa VI UKM Kependudukan UNAIR (Foto: Dokumentasi Panitia)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Desa Duyung di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dikenal memiliki potensi durian yang melimpah. Namun, di balik melimpahnya hasil panen tersebut, masih terdapat peluang besar untuk mengembangkan pemanfaatan limbah kulit dan biji durian agar memiliki nilai tambah. Berangkat dari potensi itu, literasi kependudukan dipadukan dengan pengolahan limbah durian dalam program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kependudukan Universitas Airlangga melalui Abdi Desa Jilid VI pada 11–17 Juli 2026.

Bagi sebagian orang, nama UKM Kependudukan mungkin terdengar unik. Organisasi kemahasiswaan tingkat universitas ini memang berfokus pada isu kependudukan, tetapi anggotanya berasal dari berbagai disiplin ilmu. Karena itu, kegiatan yang dijalankan tidak hanya berkaitan dengan data atau administrasi kependudukan, melainkan juga menyentuh pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan multidisipliner inilah yang mewarnai seluruh rangkaian Abdi Desa Jilid VI di Desa Duyung.

Literasi Kependudukan Sejak Usia Dini

Dikutip dari Kompasiana, salah satu program utama dalam kegiatan ini adalah Penduduk Cilik Beraksi yang ditujukan bagi siswa kelas V SDN Duyung. Mahasiswa menggunakan Buku Petualangan Bumi: Rahasia Penduduk Kota Ceria, media pembelajaran yang disusun oleh tim UKM Kependudukan Universitas Airlangga.

Melalui metode storytelling dan diskusi interaktif, anak-anak diajak mengenal pentingnya peran keluarga, identitas kependudukan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Materi yang disampaikan dikemas dalam suasana belajar yang menyenangkan sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

Kegiatan edukasi kemudian berlanjut melalui Get to Know Nature. Anak-anak diajak menjelajahi lingkungan desa untuk mengenal berbagai jenis tumbuhan. Hasil pengamatan mereka kemudian dituangkan dalam bentuk gambar, warna, dan tulisan mengenai manfaat tanaman yang ditemukan.

Suasana belajar semakin meriah melalui Sains Putar Durian Salju. Dalam kegiatan ini, anak-anak membuat es krim durian menggunakan es batu dan garam sambil belajar mengenai konsep penurunan titik beku dan perpindahan kalor melalui praktik sederhana.

Rangkaian kegiatan pendidikan ditutup melalui program Adik Mengaji, Kakak Menemani, dengan mendampingi anak-anak mengikuti kegiatan mengaji bersama.

Mendorong Kesadaran Administrasi Kependudukan

Selain menyasar anak-anak, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Penduduk Berdaya. Program ini berisi edukasi sekaligus pendampingan pengurusan administrasi kependudukan sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya dokumen kependudukan dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan literasi kependudukan masyarakat, sejalan dengan fokus utama UKM Kependudukan Universitas Airlangga dalam mengedukasi masyarakat mengenai isu-isu kependudukan.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat diwujudkan melalui Eco-Durian Project. Bersama ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM, mahasiswa mengolah berbagai bagian buah durian menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Daging durian diolah menjadi durian sticky rice. Biji durian dimanfaatkan menjadi keripik. Sementara itu, kulit durian diolah menjadi bio-pestisida organik. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai sekaligus membantu mengurangi limbah.

Mendukung Pencapaian SDGs dan Edukasi Kesehatan

Perhatian terhadap kesehatan masyarakat diwujudkan melalui program Penduduk Sehat. Kegiatan ini meliputi edukasi pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan bagi lansia, serta senam Gerakan Lansia Gembira (GELIGA).

Sebagai penutup, mahasiswa bersama masyarakat melakukan penanaman bibit tanaman sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus harapan agar program-program yang telah dijalankan dapat terus berlanjut.

Seluruh rangkaian kegiatan Abdi Desa Jilid VI turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program Penduduk Cilik Beraksi, Adik Mengaji, Kakak Menemani, dan Penduduk Berdaya mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan literasi kependudukan dan edukasi masyarakat.

Program Penduduk Sehat berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Eco-Durian Project dan penanaman bibit tanaman mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan potensi lokal serta pengelolaan limbah durian secara berkelanjutan.

Ketua Pelaksana Abdi Desa Jilid VI, Najwa Rossalyn, berharap program yang telah dijalankan dapat terus berkembang bersama masyarakat.

“Kami berharap program-program yang telah dijalankan tidak berhenti ketika masa pengabdian selesai, tetapi dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki Desa Duyung sehingga keberlanjutan program dapat terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Abdi Desa Jilid VI menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan yang terpadu. Mulai dari literasi kependudukan, pendidikan, kesehatan, hingga pengolahan limbah durian. Seluruh program dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi lokal. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana organisasi kemahasiswaan dapat berkontribusi. Khususnya dalam pembangunan masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pendekatan yang kreatif, partisipatif, dan relevan dengan tantangan pembangunan masa kini.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?