loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

BRIN: Riset Kependudukan Kunci Indonesia Emas 2045

9 views
BRIN: Riset Kependudukan Jadi Kunci Indonesia Emas 2045.
BRIN Riset Kependudukan Kunci Indonesia Emas 2045 (Foto: BRIN)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Riset kependudukan menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Tanpa pemahaman yang kuat mengenai jumlah, karakteristik, mobilitas, dan perubahan penduduk, berbagai kebijakan pembangunan berisiko kehilangan arah dan ketepatan sasaran. Pandangan tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pusat Riset Kependudukan (PRK) yang diselenggarakan oleh BRIN pada April 2026. Kegiatan ini mengangkat tema penguatan peran riset kependudukan untuk mendukung komunikasi publik dan program prioritas pemerintah.

Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora BRIN, Muhammad Najib Azca. Menegaskan bahwa dinamika penduduk merupakan titik awal dari berbagai intervensi pembangunan. Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap kondisi kependudukan akan menentukan keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi yang sedang berlangsung.

Ia mengingatkan bahwa bonus demografi tidak akan otomatis menghasilkan kemajuan apabila tidak diikuti oleh kebijakan yang tepat. Terutama dalam menyiapkan angkatan kerja menghadapi perubahan teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

BRIN, Riset Kependudukan dan Tantangan Masa Depan

Dalam paparannya, Najib menyoroti sejumlah isu yang memerlukan perhatian serius dari para peneliti BRIN. Salah satunya adalah urbanisasi yang terus meningkat di berbagai wilayah Indonesia.

Perpindahan penduduk dari desa ke kota membawa konsekuensi besar terhadap kebutuhan perumahan, lapangan kerja, transportasi, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Karena itu, riset kependudukan diperlukan untuk membantu pemerintah memahami pola perubahan tersebut dan merumuskan kebijakan yang lebih efektif.

Selain urbanisasi, perubahan iklim juga menjadi tantangan yang semakin nyata. Wilayah pesisir yang menghadapi ancaman kenaikan muka air laut, abrasi, maupun cuaca ekstrem memerlukan strategi adaptasi berbasis data kependudukan yang akurat.

Menurut Najib, pendekatan interdisipliner menjadi kunci agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pengambil kebijakan.

BRIN Perkuat Transformasi Riset Kependudukan

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Kependudukan BRIN, Ali Yansyah Abdurrahim, menegaskan bahwa transformasi riset kependudukan menjadi agenda penting lembaganya.

Menurut Ali, rapat koordinasi tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, melainkan ruang strategis untuk menyatukan arah penelitian dan memperkuat sinergi antarkelompok riset BRIN.

Ia menekankan bahwa seluruh energi kelembagaan perlu diarahkan pada tujuan yang sama, yaitu menghasilkan riset yang kuat secara ilmiah, relevan bagi kebutuhan kebijakan publik, dan memiliki dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Pendekatan ini penting mengingat isu kependudukan bersinggungan langsung dengan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, migrasi, hingga administrasi negara.

Bahkan, kualitas kebijakan kependudukan dan pencatatan sipil juga dapat ditingkatkan melalui ketersediaan data dan hasil penelitian yang akurat. Karena itu, penguatan riset menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola kependudukan yang lebih baik di masa depan.

Didukung SDM Peneliti yang Kuat

PRK BRIN saat ini memiliki sekitar 100 personel yang tersebar dalam 13 kelompok riset. Mayoritas penelitinya memiliki kualifikasi pendidikan magister dan doktor, yang menjadi modal penting dalam mengembangkan penelitian berkualitas tinggi.

Dengan sumber daya tersebut, PRK berupaya memastikan bahwa berbagai penelitian yang dilakukan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dalam kerangka besar pembangunan nasional.

Untuk tahun 2026, PRK BRIN menargetkan sejumlah capaian strategis, antara lain kerja sama riset, pengembangan model hasil riset dan inovasi, puluhan publikasi ilmiah internasional, serta pemanfaatan hasil penelitian oleh para pemangku kepentingan.

Target tersebut melanjutkan capaian tahun sebelumnya yang disebut berhasil melampaui sebagian besar indikator kinerja hingga dua sampai tiga kali lipat.

Menyiapkan Fondasi Indonesia Emas 2045

Di tengah perubahan demografi, urbanisasi, perkembangan teknologi, dan tantangan lingkungan yang semakin kompleks, kebutuhan terhadap riset kependudukan akan terus meningkat.

Data kependudukan yang akurat tidak hanya membantu memahami kondisi masyarakat saat ini. Tetapi juga menjadi dasar dalam merancang masa depan bangsa. Dari perencanaan pendidikan, penyediaan lapangan kerja, hingga penguatan layanan publik. Termasuk juga sistem kependudukan dan pencatatan sipil, semuanya membutuhkan dukungan penelitian yang kuat.

Karena itu, transformasi riset yang sedang didorong BRIN bukan sekadar agenda kelembagaan, melainkan investasi pengetahuan jangka panjang untuk memastikan Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi dan mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045 secara berkelanjutan.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?