loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

EPALAPIANA dari TENJO

EPALAPIANA dari TENJO

2,708 views
Epalapiana
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Cigudeg, Bogor – 12 Juni 2024.
Pagi itu, Rabu Kliwon, Epalapiana bersama sepupunya Andrian dan keponakannya yang masih berusia dua tahun menghadiri kegiatan sosialisasi serta pelayanan keliling pemenuhan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Yayasan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI), bertempat di Raudhatul Athfal Miftahul Ula, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg.

 

Keterangan photo: Epalapiana bersama adik sepupu dan keponakannya, mewakili warga Tionghoa Tenjo menerima dokumen kependudukan dan pencatatan sipil dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab Bogor di Raudhatul Athfal Miftahul Ula, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Selasa, 12 Juni 2024.

 

Perjalanan 2,5 Jam Demi Dokumen Kependudukan

Untuk menghadiri kegiatan tersebut, Epalapiana harus menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam menggunakan sepeda motor dari Kampung Barengkok RT 006/RW 04, Desa Batok, Kecamatan Tenjo—wilayah perbatasan dengan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang—menuju Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Ia datang sebagai perwakilan keluarga dan tetangganya untuk mengambil dokumen penting yang telah selesai diterbitkan, yaitu:

  • Akta kelahiran

  • Kartu Keluarga (KK)

  • Kartu Identitas Anak (KIA)

Perjuangan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan langkah penting memastikan hak identitas hukum bagi anak-anak dan keluarganya.

Proses Pengajuan: Dari Tenjo ke Cibinong

Beberapa hari sebelumnya, berkas permohonan dari Epalapiana dan komunitas warga Tionghoa di wilayah Tenjo telah diserahkan kepada relawan IKI, Oyoh Sursiah dan tim.

Berkas tersebut kemudian:

  1. Dikumpulkan dan diverifikasi di wilayah Cigudeg

  2. Jika lengkap, dikirim ke kantor Disdukcapil Kabupaten Bogor di Cibinong

  3. Diproses hingga penerbitan akta kelahiran, KK, dan KIA

Langkah kolektif ini dilakukan karena jarak antara Tenjo dan Cigudeg cukup jauh, sementara akses transportasi tidak selalu mudah.

Relawan IKI berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di Tenjo agar berkas warga dapat dikumpulkan secara kolektif sebelum dikirim untuk diproses.

Akses Wilayah dan Tantangan Geografis

Secara kewilayahan, Kecamatan Tenjo berbatasan dengan Kabupaten Lebak di sebelah barat dan Kabupaten Tangerang di sebelah utara. Infrastruktur jalan menuju Tenjo masih dalam kondisi kurang baik, dengan hamparan perkebunan kelapa sawit di sepanjang sisi jalan.

Kecamatan Tenjo sendiri merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Parungpanjang dan Kecamatan Jasinga, dan memiliki 9 desa administratif, yaitu:

  • Desa Tenjo

  • Desa Singabraja

  • Desa Singabangsa

  • Desa Batok

  • Desa Babakan

  • Desa Bojong

  • Desa Tapos

  • Desa Ciomas

  • Desa Ciomas (administratif wilayah)

Kondisi geografis inilah yang membuat pelayanan keliling menjadi sangat relevan dan dibutuhkan masyarakat.

“Puji Tuhan, Semua Dokumen Sudah Jadi”

Dengan wajah lega, Epalapiana menyampaikan rasa syukurnya:

“Puji Tuhan pak, dokumen-dokumen yang kami ajukan semua telah jadi. Terima kasih kepada Bapak-bapak dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, terima kasih kepada Bapak-bapak dari Yayasan IKI beserta para relawan, sehingga sepupu kami dapat mendaftar sekolah, dan kami dapat mengurus BPJS serta kartu lainnya.”

Dokumen kependudukan bukan sekadar kertas. Ia adalah pintu masuk ke pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai hak administratif lainnya.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?