loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Bahaya Selfie Pakai KTP dan Risiko Kejahatan Digital

Bahaya Selfie Pakai KTP dan Risiko Kejahatan Digital

4,031 views
Ilustrasi KTP
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

JAKARTA, IKI

Bahaya Selfie Pakai KTP perlu menjadi perhatian serius masyarakat. Foto selfie sambil memegang KTP dapat disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan, termasuk pinjaman online ilegal.

Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, mengingatkan bahwa masyarakat harus berhati-hati saat membagikan foto dokumen kependudukan. Menurutnya, tindakan tersebut sangat rentan terhadap penyalahgunaan data.

Fenomena NFT dan Penyalahgunaan Data KTP

Baru-baru ini muncul tren menjual foto selfie bersama KTP-el sebagai non-fungible token (NFT) di marketplace OpenSea. Fenomena ini menjadi sorotan publik setelah seorang mahasiswa asal Semarang, Ghozali, meraup miliaran rupiah dari penjualan foto selfie dalam bentuk NFT.

Namun demikian, berbeda dengan foto biasa, selfie yang menampilkan KTP mengandung data pribadi penting. Karena itu, risikonya jauh lebih besar.

Selfie dengan KTP elektronik sering digunakan sebagai syarat verifikasi dan validasi (verivali) pada berbagai aplikasi digital. Akan tetapi, jika foto tersebut beredar bebas, pihak tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkannya untuk kepentingan ilegal.

Risiko Pinjaman Online dan Penipuan

Kebocoran data dari selfie KTP berisiko menimbulkan kerugian finansial. Pelaku kejahatan dapat menggunakan foto tersebut untuk mengajukan pinjaman online atas nama orang lain.

Akibatnya, korban bisa menanggung utang yang tidak pernah dia ajukan. Menurut Zudan, manfaat menjual foto seperti itu jauh lebih kecil dibandingkan risikonya.

Ia menegaskan bahwa menjual atau membagikan foto dokumen kependudukan sangat rentan terhadap tindakan penipuan, fraud, dan penyalahgunaan identitas. Selain itu, data tersebut bisa diperjualbelikan kembali di pasar gelap digital.

Karena itu, Bahaya Selfie Pakai KTP tidak boleh dianggap sepele.

Pentingnya Edukasi Perlindungan Data Pribadi

Lebih lanjut, Zudan menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya melindungi data pribadi. Padahal, data kependudukan merupakan aset sensitif yang harus dijaga.

Oleh sebab itu, edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan. Warga diimbau untuk tidak mudah mengunggah atau membagikan foto dokumen pribadi di media sosial maupun platform online lainnya.

Dengan meningkatnya literasi digital, risiko kejahatan akibat Bahaya Selfie Pakai KTP dapat diminimalkan.

(HByi1182006)

https://www.yayasan-iki.or.id/info/02/03/2026/cara-cek-nik-ktp-online-lewat-hp/

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?