loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

3 Madrasah Kota Yogyakarta Jadi Sekolah Siaga Kependudukan

14 views
3 Madrasah Kota Yogyakarta Terpilih Jadi Sekolah Siaga Kependudukan 2026.
3 Madrasah Kota Yogyakarta Terpilih Jadi Sekolah Siaga Kependudukan 2026 (Foto: Kemenag Kota Yogyakarta)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Tiga madrasah di bawah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta terpilih mengikuti program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) 2026. 3 madrasah tersebut adalah: MTs Mu’allimin Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah Gedongtengen, dan MTs Nurul Ummah.

Ketiga sekolah di atas termasuk dalam sepuluh SMP/MTs yang diundang ke pertemuan dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) program SSK. Acara itu berlangsung di Ruang Kunthi, Gedung PKK Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin 19 Oktober 2026.

Tak Cuma Mengejar Nilai Akademik

Program SSK diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta bersama BKKBN DIY. Lewat Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), Kemenag Kota Yogyakarta mendukung keikutsertaan madrasah dalam program ini.

Pada kegiatan tersebut, Kemenag Kota Yogyakarta diwakili Pengelola Data dan Informasi Seksi Penmad. Seksi Penmad berharap madrasah tidak hanya fokus pada capaian akademik. Madrasah juga diharapkan ikut membentuk generasi yang sadar dan peduli terhadap persoalan kependudukan.

Cegah Perkawinan Anak dan Tekan Angka Perceraian

Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, mengatakan sekolah punya peran strategis dalam membentuk karakter siswa. Ia berharap pendidikan kependudukan di sekolah bisa ikut menekan angka pernikahan anak di bawah umur dan tingginya angka perceraian di Kota Yogyakarta.

Untuk itu, Retnaningtyas mengajak sekolah dan madrasah memasukkan pendidikan kependudukan ke dalam kurikulum maupun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dengan begitu, nilai-nilainya bisa ditanamkan kepada siswa secara berkelanjutan, bukan hanya sekali dalam bentuk sosialisasi. Pada intinya diharapkan melalui pendidikan kependudukan di sekolah, para siswa memahami mengapa perkawinan anak dilarang. Selain itu juga mengapa perceraian adalah sesuatu yang sebaiknya dihindari dalam perkawinan.

Setelah 3 Madrasah Tahun Depan Giliran SD/MI

Pada 2026, program SSK jenjang SMP/MTs menyasar sepuluh sekolah dan madrasah di Kota Yogyakarta. Pada 2027, program ini direncanakan diperluas ke jenjang SD/MI agar edukasi kependudukan dimulai lebih awal.

Kemenag Kota Yogyakarta melihat program ini sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan peningkatan mutu pembelajaran di madrasah. Lewat keterlibatan 3 madrasah tersebut, materi kependudukan diharapkan makin menyatu dengan kegiatan belajar. Tujuannya, siswa punya bekal pengetahuan, sikap, dan kesiapan menghadapi persoalan kependudukan, baik di keluarga maupun di masyarakat.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?