loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Penduduk Indonesia 288,3 Juta Jiwa, Data Bersih Dukcapil 2025

Penduduk Indonesia 288,3 Juta Jiwa, Data Bersih Dukcapil 2025

7 views
Salah satu kegiatan tahunan Ditjen Dukcapil adalah merilis data bersih setiap semester. Pada 12 Maret 2026, Dukcapil merilis data bersih penduduk Indonesia yang jumlahnya mencapai 288,3 juta jiwa.
Penduduk Indonesia 288,3 juta jiwa rilis data bersih dukcapil 2025
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri merilis Data Kependudukan Bersih Indonesia Semester II Tahun 2025. Hasilnya, jumlah penduduk Indonesia tercatat mencapai 288.315.089 jiwa per 31 Desember 2025.

Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi mengatakan jumlah tersebut meningkat sekitar 1,6 juta jiwa dibandingkan data semester pertama tahun 2025.

“Data kependudukan digunakan untuk semua keperluan pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, hingga penegakan hukum,” kata Teguh dalam acara rilis data kependudukan di Birawa Assembly Hall, Bidakara Hotel Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Teguh, data kependudukan Dukcapil memiliki karakter berbeda dengan data survei atau sensus karena telah melalui proses penunggalan berbasis biometrik. Data tersebut bersifat by name by address dan memuat lebih dari 30 elemen data kependudukan.

Jawa Masih Dominasi Penduduk

Dalam rilis tersebut disebutkan bahwa Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan konsentrasi penduduk terbesar, yaitu 55,81 persen dari total penduduk Indonesia.

Sementara itu, provinsi dengan jumlah penduduk terbesar adalah Jawa Barat dengan sekitar 52,2 juta jiwa atau sekitar 18,1 persen dari total penduduk nasional.

Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor kembali tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbanyak.

Selain itu, Ditjen Dukcapil mencatat sekitar 211 juta penduduk Indonesia termasuk kategori wajib KTP elektronik. Dari jumlah tersebut, 97,47 persen sudah melakukan perekaman KTP-el.

Mayoritas Penduduk Beragama Islam

Data Dukcapil juga menunjukkan komposisi penduduk Indonesia berdasarkan agama. Mayoritas penduduk tercatat beragama Islam sebesar 87,15 persen, disusul Kristen 7,3 persen, Hindu 1,66 persen, Buddha 0,69 persen, Konghucu 0,03 persen, serta penganut penghayat kepercayaan sekitar 0,034 persen.

Dari sisi struktur usia, 69,03 persen penduduk Indonesia berada dalam kelompok usia produktif 15–64 tahun.

Teguh menyebut kondisi tersebut merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi dalam beberapa tahun ke depan.

Data Tematik: Nama hingga Penduduk Indonesia Tertua

Selain data utama, Dukcapil juga menampilkan sejumlah data tematik yang menarik, termasuk tren nama penduduk Indonesia.

Dalam data tersebut, nama Junedi dan Nurhayati tercatat sebagai nama yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia.

Dukcapil juga menemukan adanya nama yang sangat panjang hingga 79 karakter, serta nama yang hanya terdiri dari satu huruf. Fenomena ini kemudian menjadi salah satu latar belakang lahirnya Permendagri Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencatatan Nama pada Dokumen Kependudukan.

Selain itu, Dukcapil mencatat adanya penduduk yang berusia sangat lanjut, di antaranya seorang warga di Bangkalan yang tercatat berusia 118 tahun, serta warga di Pamekasan yang berusia 117 tahun.

Data Dukcapil Diakses Jutaan Kali Setiap Hari

Teguh juga mengungkapkan pemanfaatan data kependudukan Dukcapil oleh berbagai lembaga terus meningkat.

Saat ini akses terhadap data kependudukan mencapai 7 hingga 9 juta hits per hari, dengan pengguna terbesar berasal dari sektor perbankan, telekomunikasi, kesehatan, dan pendidikan.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari transformasi layanan administrasi kependudukan berbasis digital.

“Ke depan identitas digital akan menjadi front end layanan Dukcapil. Karena itu kami mendorong masyarakat untuk mengaktivasi IKD,” ujar Teguh.

Acara rilis data kependudukan ini juga diisi dengan seminar motivasi oleh Jamil Azzaini serta ditutup dengan kultum Ramadan dan buka puasa bersama.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?