Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan menyiapkan strategi peningkatan pelayanan publik melalui konsep “Tiga O”: online, offline, dan ojol. Strategi ini dipaparkan dalam Rapat Forum Komunikasi Lintas Perangkat Daerah sebagai tahapan penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Kamis (5/3/2026), yang digelar secara daring.
Plt Kepala Disdukcapil Kota Tangerang Selatan, Dra. Hj. Dwi Suryani, M.Si, menyampaikan bahwa optimalisasi layanan menjadi kebutuhan mendesak mengingat jumlah penduduk Kota Tangerang Selatan yang telah mencapai 1.486.118 jiwa.
“Pelayanan harus adaptif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Konsep Tiga O ini menjadi penguatan kanal layanan agar masyarakat semakin mudah mengakses dokumen kependudukan,” ujarnya.
Capaian 2025 Tinggi, IKD Jadi Fokus
Sepanjang 2025, capaian perekaman KTP elektronik di Kota Tangerang Selatan telah mencapai 98 persen. Sementara itu, cakupan Kartu Identitas Anak (KIA) berada di angka 89 persen.
Namun demikian, implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dinilai belum optimal. Karena itu, pada 2026, Disdukcapil akan memprioritaskan sosialisasi dan aktivasi IKD melalui kelurahan-kelurahan serta lembaga terkait.
IKD diharapkan menjadi instrumen transformasi layanan administrasi kependudukan yang lebih efisien dan terintegrasi secara digital.
Petugas Diperkuat hingga Mall Pelayanan
Selain penguatan kanal daring, Disdukcapil juga menempatkan petugas di kelurahan dan kecamatan sebagai ujung tombak pelayanan langsung kepada masyarakat.
Inovasi layanan di pusat perbelanjaan atau mall turut menjadi strategi perluasan akses. Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada warga, terutama yang memiliki keterbatasan waktu mengurus dokumen pada jam kerja reguler.
Rapat tersebut dibuka oleh Wali Kota Tangerang Selatan dan dihadiri oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), DPRD, serta perwakilan panti asuhan.
Melalui strategi Tiga O, Disdukcapil Kota Tangerang Selatan menargetkan pelayanan kependudukan yang semakin inklusif, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di 2026.


