Hari ini menjadi momen yang tepat untuk kembali menyoroti peran penting kaum muda dalam dinamika kependudukan dunia. Di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berlangsung cepat, generasi muda tampil sebagai kelompok terbesar dalam sejarah manusia—sekaligus aktor kunci dalam menentukan arah masa depan. Oleh karena itulah penting untuk membahas bagaimana memberdayakan kaum muda tersebut.
Dalam pesannya pada peringatan Hari Kependudukan Dunia (UNIS/SGSM/1509 4 July 2025), Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa anak muda bukan hanya bagian dari masa depan, tetapi sedang membentuk masa kini. Mereka menyuarakan kebutuhan akan dunia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Hak untuk Menentukan Masa Depan
Tema “Memberdayakan kaum muda untuk membangun keluarga yang mereka inginkan dalam dunia yang adil dan penuh harapan” mengingatkan kembali komitmen global sejak Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Pembangunan (ICPD) 1994. Komitmen ini menegaskan hak setiap orang untuk membuat pilihan sadar mengenai hidup, kesehatan, dan masa depannya.
Bagi generasi muda saat ini, isu kependudukan tidak lagi sekadar soal angka kelahiran, tetapi berkaitan erat dengan akses pendidikan, pekerjaan layak, kesehatan, serta kebebasan menentukan jalan hidup tanpa diskriminasi. Mungkin konteks layanan di Indonesia terkait dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Realitas yang Dihadapi Anak Muda
Generasi muda hari ini hidup dalam lanskap yang kompleks: ketidakpastian ekonomi, ketimpangan gender, tantangan kesehatan, krisis iklim, dan konflik global. Kondisi ini memengaruhi cara mereka memandang masa depan, termasuk keputusan membentuk keluarga.
Namun, di tengah berbagai keterbatasan tersebut, anak muda justru menunjukkan kepemimpinan yang kuat. Mereka aktif menyuarakan keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan sistem yang lebih berpihak pada manusia.
Pentingnya Kebijakan yang Berpihak untuk Memberdayakan Kaum Muda
Pesan PBB menekankan bahwa potensi besar generasi muda hanya dapat berkembang jika didukung oleh kebijakan publik yang tepat. Negara-negara didorong untuk memperkuat investasi pada pendidikan, layanan kesehatan, lapangan kerja yang layak, serta perlindungan hak-hak reproduksi.
Tanpa dukungan tersebut, kesenjangan sosial berisiko semakin melebar dan menghambat kontribusi generasi muda bagi pembangunan.
Menatap Masa Depan Bersama
Momentum hari ini menjadi pengingat bahwa membangun masa depan bukan hanya tentang perencanaan jangka panjang, tetapi tentang keputusan dan keberpihakan yang diambil sekarang. Dengan memastikan generasi muda memiliki ruang, hak, dan kesempatan yang setara, kita sedang meletakkan dasar bagi dunia yang lebih adil, damai, dan penuh harapan.
Memberdayakan generasi muda hari ini berarti menjaga keberlanjutan kehidupan sosial dan kemanusiaan di masa depan.@esa




