loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Pandemi, Digitalisasi, Relawan IKI Karanganyar

1,026 views
Relawan dan Peneliti IKI Kabupaten Karanganyar
Relawan IKI Karanganyar
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Institut Kewarganegaraan Indonesia sebagaimana kelompok lain juga merasakan dampak pandemi Covid-19. Kondisi pada 2022 memang sudah sangat membaik, tapi prinsip kehati-hatian tetap harus dipertahankan dalam melakukan aktivitas. Salah satu kegiatan IKI pada Juli 2022 adalah melakukan kunjungan ke beberapa wilayah kerja diantaranya adalah Kabupaten Karanganyar.

Oleh karena itu, pada 6 Juli 2022, Prasetyadji dan Eddy Setiawan selaku peneliti melakukan koordinasi dan konsolidasi ke Relawan dan Dukcapil Karanganyar. Koordinator Relawan IKI Karanganyar, Tini menyatakan bahwa selama pandemi Covid-19, meski dengan keterbatasan gerak relawan tetap melakukan pendampingan masyarakat.“Polanya saja yang berubah, karena selama pandemi kita sangat dibatasi ke kantor dukcapil, semua harus online. Karena itu, kita pun menyesuaikan bentuk pendampingan.” ungkapnya.

Salah satu kesulitan masyarakat ketika dukcapil melakukan peralihan layanan ke sistem online adalah belum terbiasa dengan gawai dan aktivitas online. “Namanya juga orang desa, WA saja baru paham, bahkan banyak yang lebih memilih menelpon ketimbang pesan. Googling juga banyak yang belum biasa, tidak bisa membedakan hoax atau info akurat, apalagi kalau harus upload persyaratan. Belum mulai sudah puyeng katanya, apalagi banyak yang handphonenya masih manual.” ujar Tini meniru keluhan masyarakat.

Indonesia memang memiliki keberagaman yang luar biasa, termasuk di dalamnya soal literasi digital. Dari masyarakat yang melek dan piawai menggunakan gawai, hingga yang belum menggunakan telepon pintar. Pandemi telah memaksa pemerintah melakukan percepatan sistem online di berbagai layanan. Namun perlu dipahami bahwa tidak semua masyarakat memiliki pemahaman dan kemampuan yang sama. Oleh karena itu, percepatan sistem online juga harus diimbangi dengan literasi digitalhttps://literasidigital.id/mitra-konten/kominfo/ yang memadai. Sehingga sistem yang efisien ini benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh warganegara Indonesia.

“Registrasi online, mengunggah persyaratan, mengisi data online, mungkin terdengar mudah bagi kita, tapi bagi orang desa itu hal baru dan cenderung dihindari.” tutup Tini saat ditemui Prasetyadji dan Eddy Setiawan bersama para relawan lainnya di Kecamatan Kerjo, 6 Juli 2022. @esa

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Swandy Sihotang
Peneliti Yayasan IKI
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?