loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Ageing Population: Kok Gen Z dan Milenial Indonesia Dominan?

21 views
Indonesia menurut BPS telah berada dalam fase Ageing Population. Tapi Gen Z dan Milenial masih mendominasi piramida penduduk.
Ageing Population Kok Gen Z dan Milenial Indonesia Dominan (Ilustrasi: Chat GPT)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Indonesia sudah masuk fase ageing population. Tapi ada hal yang sekilas terlihat janggal: penduduk negeri ini justru masih didominasi Gen Z dan Milenial. Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan Gen Z mencakup 24,93 persen penduduk Indonesia. Milenial menyusul dengan 24,34 persen.

Jika digabungkan, kedua generasi tersebut mencapai 49,27 persen atau hampir separuh penduduk Indonesia. Pada saat yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Indonesia telah memasuki fase ageing population. Penduduk berusia 60 tahun ke atas kini mencapai 11,97 persen.

Lalu, bagaimana negara yang hampir separuh penduduknya Gen Z dan Milenial bisa disebut mulai menua?

Gen Z dan Milenial Kuasai Hampir Separuh Populasi

Gen Z merupakan generasi dengan jumlah terbesar di Indonesia berdasarkan SUPAS 2025. Proporsinya mencapai 24,93 persen. Milenial berada sangat dekat di posisi berikutnya dengan 24,34 persen.

Keduanya menguasai hampir separuh struktur penduduk Indonesia. BPS menilai besarnya dua generasi tersebut akan membuat kebutuhan terhadap pendidikan, pekerjaan, hunian, keluarga muda, dan layanan digital semakin penting.

Artinya, Indonesia memang masih mempunyai penduduk muda dalam jumlah sangat besar. Namun, kondisi tersebut tidak bertentangan dengan kenyataan bahwa Indonesia mulai mengalami ageing population.

Apa Sebenarnya Ageing Population?

Ageing population tidak berarti mayoritas penduduk suatu negara sudah berusia lanjut. Istilah tersebut menggambarkan proses perubahan struktur umur ketika proporsi penduduk lanjut usia semakin besar. Itulah yang sedang terjadi di Indonesia.

SUPAS 2025 mencatat penduduk berusia 60 tahun ke atas telah mencapai 11,97 persen. BPS secara resmi menyebut Indonesia saat ini berada pada fase ageing population. Dengan demikian, dua kondisi dapat terjadi bersamaan. Indonesia masih memiliki penduduk muda dalam jumlah besar. Namun, pada saat yang sama, proporsi penduduk lanjut usia juga terus membesar.

Sederhananya, penduduk Indonesia masih relatif muda, tetapi sedang bergerak menuju struktur penduduk yang semakin tua.

Angka Kelahiran Indonesia Juga Terus Menurun

Perubahan struktur umur tersebut tidak dapat dilepaskan dari perubahan angka kelahiran. SUPAS 2025 mencatat total fertility rate (TFR) Indonesia sebesar 2,13 anak per perempuan. Angka tersebut sudah mendekati replacement level atau tingkat penggantian penduduk.

BACA JUGA: Angka Kelahiran Indonesia Turun Tajam, Ada Apa?

Dalam jangka panjang, kelahiran yang semakin sedikit akan mengubah komposisi penduduk. Anak-anak yang lahir pada suatu periode akan menjadi kelompok usia produktif beberapa dekade kemudian. Setelah itu, mereka akan memasuki kelompok lanjut usia.

Ketika jumlah kelahiran mengecil sementara penduduk hidup semakin panjang, proporsi penduduk lanjut usia secara bertahap akan semakin besar.

Indonesia memang belum mengalami penurunan jumlah penduduk secara nasional. Penduduk masih bertambah. Namun, kecepatannya melambat.

BPS mencatat rata-rata laju pertumbuhan penduduk Indonesia selama lima tahun terakhir sebesar 1,08 persen per tahun. Rasio ketergantungan juga meningkat. Pada 2025 angkanya mencapai 45,05, dibandingkan 44,33 berdasarkan Long Form SP2020. Data-data tersebut menunjukkan bahwa struktur demografi Indonesia sedang bergerak.

Gen Z dan Milenial Juga Akan Menua

Ada satu hal sederhana yang menjelaskan paradoks tersebut: Gen Z dan Milenial tidak akan selamanya muda. Kelompok yang sekarang mendominasi penduduk Indonesia akan bertambah usia bersama-sama. Karena itu, ageing population bukan hanya persoalan mereka yang sekarang sudah menjadi lansia. Kaum muda hari ini adalah penduduk lanjut usia beberapa dekade mendatang.

Besarnya jumlah Gen Z dan Milenial justru membuat persiapan menghadapi masyarakat yang semakin menua menjadi penting sejak sekarang. Mereka membutuhkan pekerjaan dan penghasilan yang memadai ketika berada pada usia produktif. Mereka juga membutuhkan sistem jaminan sosial, kesehatan, dan perlindungan hari tua yang mampu bertahan ketika kelak memasuki usia lanjut.

Bonus Demografi dan Ageing Population Bisa Berjalan Bersamaan

Di sinilah posisi Indonesia menjadi menarik. Besarnya penduduk usia produktif memberikan peluang ekonomi yang selama ini dikenal sebagai bonus demografi. Namun, di balik peluang tersebut sudah berlangsung proses menuju masyarakat yang lebih tua. Keduanya tidak harus dipertentangkan.

Bonus demografi berbicara tentang besarnya penduduk usia produktif saat ini. Sementara ageing population menunjukkan perubahan struktur umur yang sedang berlangsung dan akan semakin terasa pada masa mendatang. BPS sendiri menilai dominasi Gen Z dan Milenial membuat kebutuhan pekerjaan, hunian, keluarga muda, pendidikan, dan layanan digital semakin penting. Pada saat bersamaan, pembangunan tetap perlu memperhatikan pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, dan lingkungan yang ramah lansia.

Indonesia Belum Didominasi Lansia

Jadi, pernyataan bahwa Indonesia telah memasuki ageing population tidak berarti jalan-jalan Indonesia sekarang dipenuhi penduduk lanjut usia atau kelompok muda semakin langka. Saat ini Gen Z dan Milenial masih menjadi kekuatan demografi terbesar Indonesia. Yang berubah adalah arah perjalanan penduduknya.

Hari ini, Gen Z dan Milenial mencapai hampir separuh populasi. Pada saat yang sama, hampir 12 dari setiap 100 penduduk Indonesia sudah berusia 60 tahun ke atas. Karena itu, tantangan Indonesia bukan sekadar menghadapi semakin banyak lansia.

Tantangan yang lebih besar adalah memanfaatkan besarnya generasi muda hari ini sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi tua yang sehat, produktif, dan terlindungi pada masa mendatang. Data lengkap dapat dilihat dalam publikasi resmi Penduduk dan Indikator Kependudukan Hasil SUPAS 2025 BPS.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?