loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Integrasi Nasional dan Keberagaman (Seri Pkn 4)

Integrasi Nasional dan Keberagaman (Seri Pkn 4)

629 views
Seri Pendidikan Kewarganegaraan (Seri Pkn 4)
Integrasi Nasional dan Keberagaman (Seri Pkn 4)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Indonesia adalah negara besar, dengan 17.000 pulau, berpenduduk 270 juta jiwa, ratusan etnis dan bahasa. Bayangkan jika tidak ada yang menyatukan semua perbedaan ini — bisa jadi kita bukan lagi “Indonesia”, melainkan sekumpulan kelompok yang saling curiga dan terpisah.

Di sinilah integrasi nasional hadir sebagai solusi. Integrasi nasional adalah proses menyatukan seluruh elemen bangsa menjadi satu kesatuan yang utuh, harmonis, dan berkeadilan. Bukan dengan menghilangkan perbedaan, tapi dengan mengelolanya secara bijak.

Menurut buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi, integrasi nasional bukanlah proses instan. Ia dibangun melalui:

  • Persamaan hukum dan hak bagi semua warga negara,
  • Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah,
  • Pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan,
  • Komunikasi antar daerah dan budaya,
  • Dan kepemimpinan nasional yang adil dan inklusif.

Namun, integrasi terus diuji. Konflik sosial, ketimpangan ekonomi, isu SARA, dan sentimen kedaerahan sering menjadi ancaman. Kasus disintegrasi seperti separatisme atau diskriminasi etnis adalah contoh nyata bahwa proses integrasi masih perlu diperkuat.

Lalu, bagaimana caranya?

Pertama, pendidikan kewarganegaraan harus diperkuat. Mahasiswa dan generasi muda perlu diajak berpikir kritis tentang arti persatuan, bukan hanya menghafal Pancasila.

Kedua, media dan teknologi harus dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi persatuan, bukan perpecahan. Di era digital, hoaks dan ujaran kebencian bisa cepat menyebar — kita semua punya tanggung jawab untuk melawannya.

Ketiga, pemerintah harus hadir secara adil di seluruh pelosok. Pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang merata adalah bentuk nyata dari integrasi.

Integrasi nasional bukan tanggung jawab pemerintah semata. Ia dimulai dari hal kecil: saling menghargai teman beda suku, ikut gotong royong, atau sekadar tidak menyebarkan berita bohong. Karena persatuan bukan berarti seragam, tapi saling menghargai dalam keberagaman. Dan itulah Indonesia yang sebenarnya.

Identitas nasional dan integrasi nasional adalah dua sisi dari satu koin: kebangsaan Indonesia. Kita tidak bisa kuat sebagai bangsa jika tidak tahu siapa diri kita (identitas), dan kita tidak bisa bersatu jika tidak belajar hidup berdampingan (integrasi). Melalui pendidikan, kesadaran, dan aksi nyata, kita semua bisa menjadi garda terdepan dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Mari jaga jati diri, rawat persatuan. Karena Indonesia hanya kuat jika kita bersatu.@esa

Sumber:
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. (2016). Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Foto Penyerahan Dokumen Kependudukan
Berita
Prasetyadji

南丹格朗市人口与民事登记局向孤儿院儿童发放人口登记文件

南丹格朗市讯)南丹格朗市人口与民事登记局近日向当地多家孤儿院移交并发放人口与民事登记文件。该项工作在印度尼西亚公民研究院基金会(IKI 基金会)的协调与协助下开展,旨在切实保障孤儿院儿童依法享有基本行政身份权利。 本次接受相关服务的孤儿院包括位于Pamulang的 Pintu Elok 孤儿院、位于Bumi Serpong Damai的 Mekar Lestari 孤儿院,以及同样坐落于 BSD 地区的 Suaka Kasih Bunda 孤儿院。 在经历较为漫长的行政办理流程后,来自西加里曼丹省桑高县的10名儿童,以及来自南尼亚斯县的6名儿童,最终顺利转入 Pintu Elok

Baca Selengkapnya »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?