loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Kebakaran Kampung Sade, Dukcapil Pulihkan Dokumen Warga

45 views
Kampung Adat Sade di Lombok Tengah Terbakar. Dukcapil Terbitkan Kembali KTP hingga Akta Kelahiran Warga Korban Kebakaran.
Kampung Adat Sade Terbakar Dukcapil Terbitkan Ulang KTP hingga Akta Kelahiran Warga Korban Kebakaran (Foto: Warta Bela Negara)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Kebakaran besar yang melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya menghanguskan rumah dan barang-barang milik warga. Sejumlah dokumen kependudukan ikut lenyap dalam musibah tersebut.

Untuk membantu warga, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Tengah membuka layanan langsung di Kampung Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut. Petugas mendatangi lokasi untuk menerbitkan kembali dokumen administrasi kependudukan yang terbakar.

Hingga Rabu, 2 September 2026, Dukcapil telah memulihkan sedikitnya 163 dokumen kependudukan, terdiri atas 49 Kartu Keluarga (KK), 87 KTP elektronik, dan 27 akta kelahiran.

Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Lombok Tengah Alpian Muntahar mengatakan pelayanan langsung dilakukan untuk memudahkan warga yang terdampak kebakaran.

Menariknya, warga tidak perlu membawa berbagai persyaratan untuk mendapatkan kembali dokumen yang terbakar. Mereka cukup datang ke lokasi pelayanan yang dibuka di rumah Kepala Dusun Sade dan melaporkan dokumen yang hilang.

Dokumen Terbakar, Data Warga Tetap Ada di SIAK

Kebakaran Sade sekaligus memperlihatkan pentingnya digitalisasi administrasi kependudukan. Dokumen fisik boleh saja terbakar, tetapi data kependudukan warga tetap tersimpan dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Petugas dapat melakukan pencarian berdasarkan nama. Setelah data ditemukan, identitas warga diverifikasi menggunakan foto yang terdapat dalam sistem. Dukcapil kemudian dapat mencetak kembali dokumen yang terbakar, termasuk dokumen anak-anak dalam keluarga tersebut.

“Warga tinggal datang dan tinggal menyebut nama, jika ditemukan dan memastikan yang bersangkutan adalah benar berdasarkan foto yang ada di sistem, maka kami mencetak seluruh dokumen adminduk mereka yang terbakar, termasuk akta untuk anak-anaknya,” kata Alpian seperti diberitakan Koran Jakarta.

Bahkan ketika pencarian berdasarkan nama tidak menemukan data yang diperlukan, petugas masih dapat melakukan penelusuran menggunakan biometrik. Proses menjadi lebih mudah apabila warga masih menyimpan foto KTP, KK, atau dokumen lainnya di telepon seluler.

Jumlah keseluruhan warga yang kehilangan dokumen kependudukan belum dapat dipastikan. Dukcapil sementara melayani warga yang datang ke tempat pelayanan tersebut.

Kampung Adat Sade dan Rumah Tradisional Sasak

Kebakaran terjadi pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Tidak ada korban jiwa, tetapi sejumlah rumah adat yang terbuat dari bambu, kayu, dan alang-alang habis dilalap api.

Musibah ini menjadi perhatian karena Sade bukan permukiman biasa. Kampung ini dikenal sebagai salah satu tempat masyarakat Suku Sasak mempertahankan arsitektur dan tradisi leluhurnya di tengah perkembangan pariwisata Lombok.

Rumah tradisionalnya antara lain dikenal sebagai Bale Tani. Nama tersebut berkaitan dengan kehidupan masyarakat Sasak yang secara tradisional banyak bekerja sebagai petani. Bale Tani memiliki pembagian ruang yang khas dan masih mempertahankan penggunaan material alami.

Rumah-rumah di Sade dibangun menggunakan material seperti bambu, kayu, tanah, dan atap alang-alang. Penggunaan material alami tersebut sekaligus menjadi salah satu ciri kuat arsitektur tradisional kampung ini.

Ada pula keunikan yang sering membuat wisatawan penasaran: lantai rumah secara tradisional dilapisi menggunakan campuran kotoran kerbau dan air. Tradisi tersebut dipercaya masyarakat dapat membuat lantai tanah lebih kuat sekaligus membantu mengurangi debu dan mengusir serangga.

Pintu rumah tradisional juga dibuat relatif rendah. Bentuk tersebut membuat orang yang memasuki rumah harus sedikit membungkukkan badan, yang dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada pemilik rumah. Rumah-rumah tradisional Sade juga menggunakan konstruksi bambu dan mempertahankan teknik pembangunan tradisional.

Sade tidak hanya dikenal karena rumah adat. Masyarakatnya juga mempertahankan tradisi menenun kain Sasak. Selain bertani, sebagian warga kini bekerja sebagai penenun, pemandu wisata, dan menjual berbagai produk kerajinan kepada wisatawan.

Ketika Dokumen Hilang, Identitas Warga Tidak Ikut Hilang

Di tengah besarnya kerugian akibat kebakaran, pelayanan jemput bola Dukcapil memiliki arti penting bagi warga Sade. KTP, KK, dan akta kelahiran bukan sekadar lembaran administrasi. Dokumen tersebut diperlukan warga untuk mengakses berbagai pelayanan publik dan membuktikan berbagai peristiwa penting dalam kehidupan mereka.

Kasus Sade juga menunjukkan manfaat sistem administrasi kependudukan yang telah terdigitalisasi. Ketika dokumen fisik musnah bersama rumah, identitas hukum warga tidak ikut hilang. Data yang tersimpan dalam SIAK memungkinkan Dukcapil melakukan verifikasi dan menerbitkan kembali dokumen kependudukan.

Bagi warga Kampung Adat Sade, pemulihan setelah kebakaran tentu masih panjang. Rumah-rumah tradisional dan barang berharga yang hilang tidak dapat diganti semudah mencetak kembali selembar KTP. Namun setidaknya, satu bagian penting dari kehidupan warga dapat segera dipulihkan: dokumen yang memastikan identitas hukum mereka tetap tercatat dan diakui negara.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?