loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Sekolah Kebangsaan Jombang, Kota Santri, Ulama dan Cendikiawan Muslim

512 views
Foto jombang 12
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

 

Sekolah Kebangsaan Jombang,

Kota Santri, Ulama dan Cendikiawan Muslim

Kabupaten Jombang, yang melahirkan ulama dan cendikiawan muslim yang turut mewarnai perjalanan perjuangan bangsa Indonesia. Kita mengenal tokoh asal Jombang, Kiai Haji Hasyim Asyari yang merupakan pahlawan nasional sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama, Kiai Haji Wahid Hasyim yang merupakan Menteri Agama pertama di Indonesia, ada Nurcholis Madjid, cendekiawan dan pemikir Islam asal Indonesia dan pendiri Universitas Paramadina,  Jombang juga menjadi tempat kelahiran Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur Presiden keempat Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar politisi dan ketua Partai Kebangkitan Bangsa dan budayawan Emha Ainun Najib, serta banyak lagi tokoh-tokoh intelektual dan militer.

 

Dengan banyaknya Ulama dan Cendikiawan Muslim, menjadi daya tarik bagi umat untuk menjadi santri, belajar dan menimba ilmu di Jombang. Oleh karenanya terdapat banyak pondok pesantren di wilayah ini, antara lain pondok pesantren Tebuireng, Ponpes Darul Ulum, Ponpes Bahrul Ulum, Ponpes Mamba’ul Maarif, Ponpes Al Arifin Denanyar, Ponpes Ribat Darul Manshur Mayangan, dan Ponpes Sunan Ampel. Tidak salah Kabupaten Jombang mendapat julukan Kota Santri.

 

Senin 29 Mei 2023, Institut Kewarganeraan Indonesia yang diwakili oleh KH Saifullah Ma’shum, Swandy Sihotang, Eddy Setiawan, Mahendra Kusumaputra dan Fauzi berkesempatan silaturahmi dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jombang didampingi oleh Ketua Umum INTI Jawa Timur Gatot S Santoso, Ketua INTI Kabupaten Jombang Herry Sutanto dan beberapa pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa INTI Kabupaten Jombang.

 

Silaturahmi berjalan lancar penuh kekeluargaan difasilitasi oleh Herry Sutanto yang sudah cukup lama mengenal Kadis Dukcapil dengan segala inovasi dan kegiatan proaktif Dinas Dukcapil dalam membantu warga Kabupaten Jombang dalam melengkapi dan memenuhi identitas diri sebagai warganegara Indonesia. Diakui lebih lanjut oleh Kadis, bahwa masih ada warga kabupaten Jombang yang masih belum terlayani, terutama di daerah-daerah pelosok yang jauh dari kantor Dukcapil. Oleh karenanya, sangat menyambut baik jika IKI dan INTI dapat memfasilitasi dan membantu untuk warga yang belum terlayani dokumen kependudukannya.

 

Diskusi lebih lanjut dengan INTI, tersampaikan bahwa INTI Kabupaten Jombang memiliki sekolah kebangsaan yang bertujuan untuk memberikan pengertian dan pemahaman terhadap keberagaman Suku, Agama dan Ras. Dengan dialog keterbukaan antar Suku, Agama dan Ras diharapkan melahirkan pengertian dan pemahaman bahwa kita memang berbeda tapi bukan kan untuk dipertentangkan, bahwa perbedaan itu sesungguhnya suatu anugerah Allah yang sangat indah.

 

Sekolah kebangsaan ini sejalan dengan asas dasar IKI yaitu Kemanusiaan, Keterbukaan, Kebersamaan dan Kesetaraan, dimana asas dasar ini untuk membangun karakter dan semangat warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dengan semangat kebersamaan dan kesetaraan. “Tak Kenal, Maka Tak Sayang”, merupakan peribahasa yang mengandung kebenaran. Dialog antar warga yang berlainan suku, agama dan ras harus dibangun, diciptakan dan dibuka agar saling mengenal dan memahami. Untuk itulah IKI merasa terpanggil untuk mulai menerapkan dan membangun program kerja IKI terkait asas Kesetaraan dan visi menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Berita
Prasetyadji

SINTAWATI MERASA PLONG

Sintawati, warga kampoeng Rawa Saban RT 002/003 Desa Suryabahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, merasa plong dan lega hatinya ketika menerima

Baca Selengkapnya »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Swandy Sihotang
Peneliti Yayasan IKI
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?