loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Vihara Dhanagun, Pelayaan Adminduk

801 views
vihara Dhanagun 1
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Vihara Dhanagun,

Pelayanan Adminduk Kota Bogor

Agustus 2022

Salah satu icon dan juga cagar budaya Kota Bogor yang dibangun pada awal 1700 adalah Vihara Hok Tek Bio yang dikenal juga dengan nama Vihara Dhanagun. Vihara Hok Tek Bio ini memiliki arti nama “Tempat Kebijakan Dewa” dengan kata Hok yang memiliki arti dewa, Tek adalah kebijakan, dan Bio adalah tempat.

Pembangunan Vihara tidak terlepas dari politik pecah belah dan adu domba dari pemerintah belanda, yaitu mendirikan pemukiman berdasarkan etnis dan ras agar mereka tidak dapat bersatu untuk melawan pemerintah belanda dan tidak terulang lagi peristiwa perang pemberontakan yang terjadi tahun 1740 di batavia. Karena dilarang bermukim di pusat kota Batavia, etnis tionghoa pindah ke pinggiran batavia, salah satunya Bogor.

aliran kepercayaan yaitu, TaoBudha dan Konghucu, oleh karena Vihara Dhanagun juga disebut Klenteng. Untuk itulah Vihara Dhanagun merupakan bagian dari kehidupan masyarkat bogor dan kehadirannya memberikan manfaat positif bagi masyarakat khususnya bagi warga kota Bogor.

Vihara Dhanagun atau Hok Tek Bio pada awalnya dibangun sebagai te tempat peribadatan etnis Tionghoa bagi 3 aliran kepercayaan yaitu, TaoBudha dan Konghucu, oleh karena Vihara Dhanagun juga disebut Klenteng. Untuk itulah Vihara Dhanagun merupakan bagian dari kehidupan masyarkat bogor dan kehadirannya memberikan manfaat positif bagi masyarakat khususnya bagi warga kota Bogor.

 

IKI dan Vihara Dhanagun

Sudah 6 tahun berturut-turut setiap bulan Agustus selama satu bulan penuh, Kota Bogor menyelenggarakan Festival Merah Putih (FMP). Sebuah kegiatan yang pada awalnya digagas dan didanai oleh masyarakat secara gotong-royong untuk membangkitkan dan menjaga rasa kebangsaan dan kebhinekaan masyarakat Bogor. Enam tahun kegiatan FMP terus berjalan walau pada dua tahun masa pandemik dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Tahun ini kegiatan FMP ingin memberikan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang dapat dirasakan manfaatnya seumur hidup oleh masyarakat, untuk itulah FMP dengan dukungan penuh dari Dinas Dukcapil Kota Bogor bersama IKI dan Vihara Dhanagun ingin memberikan pelayanan Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil (Adminduk & Capil) agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari tertib Adminduk dan Capil untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Vihara Dhanagun sebagai bagian dari masyarakat sudah rutin melakukan kegiatan sosial, seperti pembagian sembako dan pelayanan kesehatan berupa klinik yang memberikan layanan kesehatan gratis dan murah bagi masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu kerjasama IKI dan Vihara Dhanagun diharapkan dapat membangun sinergi positif dan dirasakan manfaatnya bagi umat dan masyarakat Kota Bogor.

 

Pelayanan Adminduk & Capil

Pelayanan dilaksanakan pada tanggal 22-31 Agustus 2022, dengan diawali dengan pelatihan calon relawan yang diapakan dua kali pada Jumat 19 dan Minggu 21 Agustus 2022. Pada hari pertama pelayanan hadir 11 orang, hari kedua hadir 26 orang, hari ketiga hadir 32 orang dan seterusnya, sampai panitia sepakat untuk membatasi 25 orang perhari dikarenakan banyaknya dan variasi persoalan yang dihadapi pengunjung.

Persoalan terbanyak adalah perbedaan nama di akta kelahiran, buku nikah dengan nama di Kartu Keluarga dan KTP. Misalnya nama yang tercantum di akta kelahiran masih mengunakan nama tionghoa tiga kata, akan tetapi di KK dan KTP sudah mengunakan nama I ndonesia tanpa ada surat ganti nama dari pengadilan. Perbedaan nama di buku nikah dengan KK dan KTP juga muncul yang berakibat pada kendala pencatuman nama orang tua pada akta kelahiran anak. Persoalan selanjutanya, banyak pasangan yang hanya menikah secara adat dan agama saja dan belum dicatatkan di catatan sipil maupun di KUA, membuat akta anak-anaknya menjadi anak seorang ibu dan tidak dicantumkan nama ayah dalam akta kelahiran tersebut dan menjadi persoalan tatkala pembagian waris.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Berita
Prasetyadji

SINTAWATI MERASA PLONG

Sintawati, warga kampoeng Rawa Saban RT 002/003 Desa Suryabahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, merasa plong dan lega hatinya ketika menerima

Baca Selengkapnya »

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Swandy Sihotang
Peneliti Yayasan IKI
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?