loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Privasi Alasan George Clooney Memilih Kewarganegaraan Prancis

Privasi Alasan George Clooney Memilih Kewarganegaraan Prancis

113 views
Persoalan privasi menjadi pertimbangan utama George Clooney memilih kewarganegaraan Prancis.
Privasi jadi Alasan George Clooney memilih Kewarganegaraan Prancis (Foto: Istimewa)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Bagi banyak orang, kewarganegaraan adalah soal identitas, paspor, atau kemudahan mobilitas global. Namun bagi aktor Hollywood George Clooney, kewarganegaraan juga menyangkut satu hal yang jauh lebih mendasar: hak atas privasi, terutama bagi anak-anaknya. Jadi privasi adalah alasan George Clooney memilih kewarganegaraan Prancis.

Akhir Desember 2025, pemerintah Prancis secara resmi memberikan kewarganegaraan kepada George Clooney, istrinya Amal Clooney, serta kedua anak kembar mereka. Keputusan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pilihan sadar atas lingkungan hidup yang lebih manusiawi—jauh dari sorotan paparazzi.

Dalam wawancara dengan radio RTL awal Desember lalu, Clooney secara terbuka memuji undang-undang privasi Prancis yang tegas melindungi warga, khususnya anak-anak, dari kejaran media.

“Di sini, mereka tidak memotret anak-anak. Tidak ada paparazzi bersembunyi di gerbang sekolah. Itu yang paling penting bagi kami,” ujarnya.

Ketika Terkenal Tak Lagi Aman

Sebagai figur publik global, Clooney tentu terbiasa hidup di bawah sorotan. Namun bagi sang aktor, ketenaran seharusnya berhenti pada dirinya—bukan diwariskan secara paksa kepada anak-anaknya.

Di Amerika Serikat, kebebasan pers sering kali berhadapan langsung dengan hak privasi, terutama bagi selebritas. Di Prancis, keseimbangannya berbeda. Hukum melindungi ruang privat secara ketat, dan pelanggaran privasi—terutama terhadap anak di bawah umur—bisa berujung sanksi hukum serius.

Pilihan Clooney mencerminkan fenomena yang kian luas: kewarganegaraan bukan lagi sekadar tempat lahir, tetapi tempat merasa aman.

Eropa, Rumah Kedua Clooney

Hubungan Clooney dengan Eropa sudah terjalin lama, jauh sebelum ia menikah dengan Amal Clooney pada 2014. Ia memiliki vila di Danau Como, Italia, sejak 2002, rumah bersejarah di Inggris, serta properti di Prancis selatan—Domaine du Canadel, bekas perkebunan anggur dekat Brignoles—yang dibeli pada 2021.

Meski masih memiliki properti di New York dan Kentucky, Clooney dan keluarga dilaporkan telah melepas rumah mereka di Los Angeles dan Meksiko. Prancis kini menjadi tempat yang paling mereka sebut sebagai “rumah”.

“Kami sering bepergian, tetapi Prancis adalah tempat kami paling bahagia,” kata Clooney.

Kewarganegaraan sebagai Pilihan Etis

Menariknya, Clooney bukan satu-satunya tokoh Hollywood yang melirik Prancis. Sutradara Jim Jarmusch juga menyatakan niatnya untuk mengajukan kewarganegaraan Prancis, dengan alasan ingin mencari ruang hidup yang lebih sesuai dengan nilai personal dan budaya.

Fenomena ini menunjukkan perubahan cara pandang terhadap kewarganegaraan. Ia tak lagi semata-mata urusan negara, tetapi juga pilihan etis dan kultural—tentang bagaimana seseorang ingin hidup, membesarkan anak, dan dilindungi sebagai manusia.

Dari Paspor ke Perlindungan

Kisah George Clooney mengingatkan bahwa di era global, privasi justru menjadi kemewahan. Ketika sorotan kamera bisa mengikuti seseorang ke mana pun, memilih kewarganegaraan bisa menjadi bentuk perlindungan terakhir.

Bagi Clooney, Prancis bukan hanya soal budaya, bahasa, atau anggur yang baik. Ia adalah tempat di mana ketenaran berhenti di depan pagar sekolah—dan di situlah, barangkali, makna kewarganegaraan menemukan bentuknya yang paling manusiawi.

Sumber: Koran Jakarta

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?