loader image
021- 2510670
sekretariat@yayasan-iki.or.id

Sanitasi Aman dan Sehat untuk Warga Pakuhaji

59 views
Pakuhaji1
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas membangun fasilitas sanitasi sehat untuk warga Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

Resih (62), warga Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, di depan toilet bantuan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas(YDKK),Rabu (19/6/2024). Dalam program sanitasi sehat, YDKK menggandeng lnstitut KewarganegaraanIndonesia (IKI) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Putra Pakuhaji membangun fasilitas jamban sehat dari dana pembaca harian Kompas/ Kornpas.id.

TANGERANG, KOMPAS – Yayasan Dana Kemanusiaan KomQas atau YDKK telah ,nenyelesaikan pe,nbangunan fasilitas sanitasi sehat berupa jamban dan tangki septik (septic tank) di Keca,natan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Sebanyak 50 fasilitas sanitasi sehat terbagi untuk lima desa.

Harapannya, kebutuhan sanitasi warga bisa terpenuhi dan mengurangi pence1naran sungai.

Dalam program sanitasi sehat ini, YDKK menggandeng lnstitut Kewarganegaraan Indonesia (!KI) dan Kelompok Swadaya tviasyarakat (KSM) Putra Pakuhaji. Sasarannya adalah keluarga yang tidak memiliki fasilitas sanitasi memadai, terutama 1nasyarakat yang tinggal di ka,vasan pesisir.

YDKK telah menjalankan program sanitasi sehat sejak 2021. Sejumlah ,varga di beberapa daerah sudah menerimanya, seperti Surabaya dan Malang, Ja,va Ti1nur, serta di Solo dan Magelang, Jawa Tengah. Dengan program di beberapa daerah tersebut, setidaknya lebih dari1.000 fasilitas sanitasi sehat telah terbangun.

“Kami senang ,nembantu masyarakat ,nengatasi masalah sanitasi, membangun lingkungan yang sehat. Semoga saja sanitasi aman ini bisa berumur panjang. Warga bisa bertanggungja,vab dengan sanitasi a,nan tersebut dan ka1ni bertanggungjawab kepada pembaca:• kata Ketua YDKK Gesit Ariyanto dalam acara Peresmian dan Serah Terima Pembangunan 50 Jamban A,nan, di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Rabu (19/6/2024).

Peneliti Senior Yayasan !KI Paschasius Hosti Prasetyadji mengatakan, n1asyarakat di Pakuhaji sangat terbantu dengan adanya bantuan pembangunan jamban dan septic tank. “Hari ini, masyarakat senang bisa mendapat bantuan jamban. Mereka juga 1nendapat doku1nen kependudukan dari dinas kependudukan dan catatan sipil sehingga mengurus masalah apa saja bisa lebih ,nudah;’ kata Prasetyadji.

Di waktu yangsama, !KI juga membagikan dokumen kependudukan kepada seju1nlah warga. Dokumen itu seperti akta kelahiran, akta ke,natian, akta perkawinan, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan surat nikah.

Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) Gesit Ariyanto bersama Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Putra Pakuaji Siswoyo melihat septic tank di belakang rumah Nursilah di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (19/6/2024). YDKK menyalurkan dana pembaca harian Kompas/Kompas.id untukmemenuhi kebutuhan sanitasi warga serta mengurangi pencemaran sungai.

Bantuan bermanfaat

Salah satu warga Desa Kiara Payung, Keca1natan Pakuhaji, yang mendapat bantuan, Nursilah (35), merasa bersyukur dengan adanya fasilitas sanitasi sehat berupa ja1nban atau toilet dan septic tank untuk keluarganya. Dia bersama suami dan tiga anaknya tak perlu lagi pergi ke sungai untuk buang air besar dan buang air kecil.

“Sebelumnya, kami tidak pernah punya jamban. Biasanya selalu pergi ke ru,nah emak, yang sudah punya kloser:• ujar Nursilah sa,nbil menunjuk ru,nah sebelah milik sang ibu, Resih (62).

Di rumah Resih, sebenamya sudah memiliki jamban, tetapi tidak dilengkapi dengan septic tank. Dengan adanya bantuan dari YDKK, Resih bisa mempunyai fasilitas sanitasi sehat. Selain itu, dia juga bisa 1nembangun bilik toilet di dalam rumahnya.

“Saya enggak perlu takut lagi kalau malam harus ke sungai. Oulu pernah suami kecenipLung di sungai pas hendak buang air besar malam-malam,” kata Resih.

Ru1nah Nursilah dan Resih berjarak sekitar 50 meter dari sungai. Sela,na bertahun-tahun, Nursilah, Resih, dan ,varga sekitar Kecamatan Pakuhaji me1nanfaatkan sungai tersebut untuk buang air besar.

 

Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) Gesit Ariyanto bersama Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Putra Pakuaji Siswoyo melakukan serah terima pembangunan fasilitas sanitasi sehat dalam Peresmian dan Serah Terima Pembangunan 50Jamban Aman, di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, Rabu (19/6/2024). YDKK menyalurkan dana pembaca harian Kompas/Kompas.id untuk memenuhi kebutuhan sanitasi warga serta mengurangi pencemaran sungai.

Situasi serupa terjadi di kawasan pesisir, di mana banyak warga yang membuat kloset darurat langsung di atas sungai. Puluhan warga di pesisir juga mendapatkan bantuan pembangunan jamban dan septic tank dari program sanitasi sehat YDKK.

Ketua KSM Putra Pakuaji Sis”Aroyo mengungkapkan, 1nasih banyak warga di kawasan ini yang membuang hajat di sembarang tempat, ada yang di sungai, laut, ataupun di kebun. Kondisi ini tentu akan sangat mengkhawatirkan karena berpotensi 1nence1nari lingkungan.

Kini, n1enurut Sisv,oyo, masyarakat tak kesulitan untuk membuang hajat. Septic tank dan kloset yang dibangun untuk warga juga diharapkan bisa bertahan la1na, paling tidak selama dua tahun. Septic tank yang dibangun di setiap rumah berdiameter 80 sentilneter dengan kedalaman 1,5 meter.

Seluruh fasilitas sanitasi sehat yang telah dibangun YDKK bersama para mitra di sejumlah daerah di Indonesia dibangun menggunakan dana bantuan pembaca harian Kompas/Kompas.id. Dana dari para pembaca disalurkan untuk pe,nenuhan kebutuhan masyarakat ,niskin, penanganan bencana alam, pe1nbangunan ru,nah, sekolah, puskesmas, dan aneka bantuan kemanusiaan lainnya.

Yayasan DKK aktif ,nenyalurkan dana bantuan pembaca harian Kompas/ Kompas.id untuk ,nenanggulangi bencana alam, kemiskinan, kesehatan, dan, pendidikan. Dana bantuan pembaca dihimpun melalui nomor rekening BCA 0123021433 atas nama Yayasan Dana Kemanusiaan Komnpas.

 

Oleh MARlA SUSY BERINDRA, ALOYSIUS B KURNIAWAN

19 Juni 2024 20:09 WIB. 3 menit baca

Tags:

Kirim opini anda disini

Kami menerima tulisan berupa opini masyarakat luas tentang kewarganegaraan, administrasi kependudukan, dan diskriminasi

Klik Disini

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow us on

Jangan ragu untuk menghubungi kami
//
Swandy Sihotang
Peneliti Yayasan IKI
//
Eddy Setiawan
Peneliti Yayasan IKI
//
Prasetyadji
Peneliti Yayasan IKI
Ada yang bisa kami bantu?